Senin, 18 Agustus 2014

Belajar Parenting = Investasi Masa Depan

Berhubung web saya sebentar lagi expired, saya pindahin ke blog ini yaa.. :) 
“Sejak kapankah kita harus belajar parenting??”
Kalau saya diberi pertanyaan seperti itu saya akan menjawab lebih cepat lebih baik. Tidak perlu menunggu kita berkeluarga dulu baru belajar, akan tetapi sedari kita muda. Karena menurut saya mendidik anak adalah hal yang tidak mudah, harus ada bekal. Yang punya bekal aja ada kemungkinan repot, apalagi yang “gelasnya kosong”.
Belajar ilmu Parenting sejak sebelum menikah adalah sebuah Investasi Masa Depan yang nilainya sangat luar biasa, segala-galanya dibanding sebuah materi. Apalah arti sebuah materi kalau anak perkembangan fisik maupun psikisnya kurang optimal. Siapa sih yang gak mau punya anak yang pinter? baik pinter dalam hal intelektual, dalam hal moral, dalam hal spiritual, dll?
Saya ingin share apa saja manfaat belajar Ilmu Parenting bagi yang belum menikah ala saya.. Cekidot…
  1. Investasi Masa Depan, jadi ketika kita sudah memiliki anak kita nggak kaget-kaget amat bagaimana mendidik dan mengatasi persoalan anak. Belajar Parenting sejak dini sama aja bekal mempersiapkan anak menjadi optimal.
  2. Bagi seorang guru, ilmu parenting sangat penting untuk menangani anak didiknya. Kita dapat lebih peka dalam menggali akar masalah.
  3. Mempersiapkan generasi Indonesia yang lebih baik. Dari lingkungan keluarga lah yang pertama kali mempengaruhi pola pikir anak. Apabila pendidikan moral dari keluarga kuat, yang namanya korupsi pastinya akan berkurang.
  4. Mempersiapkan kebahagiaan diri. Bayangkan apabila kita bisa mempraktekkan ilmu-ilmu parenting anak begitu mudah terbuka dengan orangtuanya. Sering kali anak secara spontan mengucapkan “Aku sayang Bunda”, “Aku sayang Ayah”. Subhanallah..
So, ndak usah malu untuk belajar Ilmu Parenting sejak dini. Tutup kuping deh kalau ada yang bilang terlalu kecepetan lah, emak-emak banget lah, cuekin aja, toh kelak kita yang akan memetik hasilnya. :)

Selasa, 12 Agustus 2014

A New Hope: Pascasarjana

1 kalimat yang ingiiinn sekali disampaikan di kesempatan ini.. "Sebenernya banyaak sekali yang ingin dituliskan, banyak cerita yang telah ku lalui, tetapi belum sempet buat nulis".. hehe... Pada kesempatan ini aku ingin berbagi cerita tentang "A New Hope". Sebuah harapan baru.

2014 adalah tahun yang begitu luar biasa.. Aku tak bisa menjangkau logika atas kuasaNya. Banyak anugrah, rezeki, kesempatan, kejutan, dan apapun itu yang menggambarkan betapa Maha BesarNya Allah.Terkadang aku berfikir, pantaskah? Aku masih merasa belum istiqomah dalam melalui ini semua. Tapi dengan begitu aku berfikir kembali. Dia telah memberikan banyak anugerah yang tak disangka-sangka. Tugasku wajib semakin mengistiqomahan diri saya.

Salah satu anugerah darinya adalah Dia memberikanku kesempatan untuk melanjutkan studi kembali di sebuah universitas negeri yang ternama di kota Jogja. S1 gagal masuk sana, alhamdulillah S2 nya bisa ngerasain belajar di universitas itu. Awalnya emang agak riweuh mengumpulkan seabrek syarat-syarat pendaftaran. Ditambah pada waktu itu aku masih bekerja dari jam 7 pagi - 4 sore. Jujur, meninggalkan sebuah pekerjaan itu berat apalagi meninggalkan tugas bersama anak-anak. Aku membagi waktu, mencari-cari waktu yang agak longgar untuk meminta ijin mengurus syarat-syarat pendaftaran.

Bikin proyeksi (alasan, harapan, rencana setelah lulus)
Apa sih alasannya? Tentu saja pengen memperdalam ilmu, khususnya psikologi perkembangan anak.
Harapan? Meningkatan kapabilitas diri.. Menambah link.. Eh sebenernya harapannya biar bisa to be a great mom. xixixi... My big dream.. Setelah tau dan semakin paham tentang perkembangan, bisa balik ke kehidupan mendidik anak.. :p
Rencana? Bisa bermanfaat untuk masyarakat dan mendirikan sebuah sekolah non formal untuk anak-anak, butuh parner juga sih... :)

Cari rekomendasi dari 2 dosen; ini cukup butuh perjuangan juga, sms dosen tak juga mendapat balasan, dan akhirnya cari dosen lain. Alhamdulillah dapat 1 dosen, kurang satu lagi mak.. sms dosen lain belum mendapat respon. Sms yang lain dosennya mau keluar kota. Setelah beberapa hari berjuang akhirnya dapat juga rekomendasi dosen. fiuuhh....

Legalisir Paps dan Acept... Tahun 2013 udah lolos untuk kedua tes tersebut, tapi belum ku legalisir. Jadi, disela-sela aku kerja, aku minta ijin buat ke Pusat Bahasa dan Fakultas Psikologi buat legalisir. Nah waktu di Pusat Bahasa agak lama juga sih nunggunya.. Hampir 1 jam.. Salah juga aku keluar di jam istirahat. Kantoran kan juga lagi istirahat. Dueeeenngg...

Oiya kelupaan, jadi sebelum saya daftar online saya udah bayar duluan. Syarat-syarat belum kelar, tapi udah ngebet pengen bayar, ya siapa tau jadi pancingan dulu. hehehe.. Nah seingetku kayaknya terakhir ngumpul berkas adalah tanggal 26 Juni 2014. Beberapa hari atau seminggu ya? lupaa.... sudah ku daftarin online, berkas udah diupload.

Menjelang tanggal 26 Juni, eh liet di web pengumpulan berkas diundur sampai tanggal 11 deh kayaknya. Mungkin karena ada momen pemilihan umum presiden, jadi diundur kali yah? Yaudah deh nyantai ngumpulnya.. hehe.. Aku lupa kapan ngumpul berkasnya.. Pokoknya waktu ngumpul sayanya mendadak kaget. Tiba-tiba disodorin rencana penelitian. Tuing tuing.. Langsung ku buat di sana pake tulisan tangan dan seadanya. Soalnya formnya juga cuma kecil sih. Agak deg-degan juga nulisnya. Blass belum kepikiran sampe ke sini. Sepemahamanku rencana tesis hanya buat yang daftar profesi. Oh ternyata.. hehe.. Setelah selesai nulis rencana penelitian, ku foto kopi di kampus sebelah fak. psikologi. Mintanya difotokopi 2 kali, tapi biar punya pegangan ku fotokopi lebih deh. haha.. Urusan berkas ternyata belum selesai, aku masih dimintain cover skripsi, daftar isi dan abstrak skripsi rangkap 2. Nahloohh.. kudu balik lagi. Di rumah udah firasat mau bawa, dulu udah diprint, tapi ya namanya lupa. hadeehh.. Pulang ambil file yang diminta trus balik lagi. Centang... semua syarat selesai. Waktu mau pamit ibunya ngasih info kalau tes wawancara tanggal 16 Juli 2014. Eiittssss..... ada tes wawancara juga toh? Okee baliklah.. siap graakk..

Hari yang ditunggu-tunggu tiba.. 16 Juli 2014 tes wawancara. Deg-degan.. Bakal apa aja ni yang ditanya? Dan saya udah agak ciut duluan dengan titel para pewawancaranya. Lama banget gak berurusan dengan akademik. 1 tahun sih.. hehe.. Tik tok tik tok.. menunggu giliran. Alhamdulillah saya dapat nomer urut ke 8. Jadi ya agak tenang dikit. Dan tibalah giliranku. Mencoba untuk tetap tenang. Pertama disuruh memperkenalkan diri. Aku pun memperkenalkan diri, menceritakan skripsi. Oh mulai deh dicecar pertanyaan. Mulai dikritisi. Sempet pada satu titik saya bingung mau jawab apa. Jleb.. mulai down.. Beberapa menit berlalu dengan dialog antara 2 pewawancara dengan yang diwawancara. Sudah bu? Ibu dosen pun bilang sudah. Fiiuuhhh... saya keluar ruang wawancara dengan random.. Saya tipenya gampang kepikiran. Kenapa tadi jawab itu? agak getun kalo bahasa jawanya. Perjalanan pulang diam seribu bahasa, badmood bener. Pasrah deh. Tinggal berdoa. Sampai rumah pun langsung masuk kamar. Cara saya ketika lagi badmood. Butuh sendiri dulu, tidur.. hahaha... Pintu kamar diketok-ketok adek saya pun, saya tetap tidak bergeming. Diam di dalam kamar. :D

Beberapa hari masih badmood. Ketika ditanya gimana hasil wawancara, saya berusaha menjawab walaupun sebenernya tidak ingin membahas, ujung-ujungnya ya gitu deh. hehe.. Pengumuman diterima atau enggak akan diberitahu tanggal 23 Juli. Hari berganti hari, saya sampai melupakan hari pengumuman saking tidak ingin membahasnya.

Tanggal 23 Juli, pagi ibu saya mengirim sebuah pesan mengingatkan kalau hari itu adalah hari pengumuman. Saya pun jawab belum ada pengumuman. Jujur sebenernya saya tahu pengumumannya jam 5 sore. Tapi sayanya diem. hehe.. Saya akan memberitahu kalau saya udah tau gimana hasilnya. hehe.. Setelah sholat maghrib, saya buka web. Dan taraaaa...... spechless pake banget.. mendadak saya teriak-teriak setelah membaca pengumuman.. SAYA DITERIMA.. T_T Ibu,,,, bapak,,,, special for you... langsung meluk ibu. Alhamdulillah rasanya legaaa banget...

Ya Allah, berilah hambaMu ini petunjuk dan kelancaran dalam studi ini. Semoga bisa bermanfaat..
aamiin... aamiinn... aamiin....
Harapan baru untuk masa depan.. ^_^


Minggu, 03 Agustus 2014

Cara Reservasi Tiket Kereta Api

Sabtu kemarin (2 Agustus 2014), tepat dihari ke 6 lebaran saya dan adik saya memutuskan untuk reservasi tiket kereta untuk pergi ke Jakarta untuk tanggal 29 Agustus 2014. Setelah melihat web tiket online yang memberikan info kalau tiket ekonomi AC untuk tanggal 29 Agustus udah ada 2 kereta yang kursinya penuh... Waa... langsung kudu reservasi. Pengen nyoba dan milih yang ekonomi AC aja, secara lagi buanyakk kebutuhan.. hehe..

Jujur, belum pernah sama sekali reservasi tiket. Ya cuma lihat di web tiket online, tapi nggak saya klik "pesan". Saya lebih yakin datang langsung ke stasiun. Hehe... Siang itu dengan mengenadarai sepeda motor, kami berboncengan menuju stasiun tugu. Setelah parkir, saya clingak clinguk, tempat reservsai di mana ya? Adik saya pun memberi tau tempatnya di sisi timur parkiran. Ketika masuk gedung, saya kembali clingka clinguk. Eh alhamdulillah lihat orang ambil nomor antrian di kiri pintu masuk. Saya pun langsung mengambil nomor antrian. Saya mendapat nomor 380 dan saat saya masuk antrian menujukkan nomor 367. Lumayan lah.. Sembari menunggu saya baca-baca info jadwal keberangkatan lalu duduk di kursi tunggu. Dan tetep sambil clingak clinguk. hehe.. Loh? loh? itu kok ada beberapa orang nulis-nulis? nulis apaan ya? Karena penasaran, saya mendekatinya & melihat apa yang sedang mereka tulis. Upss... ternyata mereka menulis data untuk reservasi. Haduuhh... maklum baru pertama kali. Padahal tadi di samping pengambilan nomor antrian ada kertas itu, tapi sayanya nggak ngeeh.-_- Berhubung nomor antrian semakin mendekat, saya buru-buru ambil kertas dan mengisi data-datanya. Data yang perlu diisi adalah:
  1. Nama pemesan
  2. Alamat pemesan
  3. Nomor telpon pemesan
  4. Nama penumpang 
  5. Nomor identitas (KTP/SIM/Pasport/bukti identitas lainnya)
  6. Nama kereta yang akan dinaiki 
  7. Kelas (eks/bis/eko/eko AC)
  8. Asal stasiun
  9. Tujuan stasiun
  10. Jadwal berangkat & pulang (tanggal & jam) 


Fiuuh... akhirnya beberapa menit terisi sudah lembar tersebut sebelum nomor antrian saya dipanggil. Oiya, kalau dipikir-pikir 1 orang pemesan, maksimal pesan untuk 4 tiket. Coba deh lihat kolom yang disediakan. Tapi mungkin kalau mau pesan lebih kudu ambil nomor antrian lagi. hehe... *bener nggak? :D

nomor antrian 380 di loket 2...

Ahaa.. nomor saya dipanggil.. Sampai di loket 2 saya pun menyerahkan data isian ke petugas. Sebelum adanya pembayaran, petugas mengulangi kembali reservasi saya. Dan kemudian menanyakan "mau dibayar cash?". Berhubung saya udah bawa cash, ya mending cash aja. hehe.. Setelah terjadi pembayaran, petugasnya mencetak tiket kami dan kembali menanyakan apakah data sudah benar? Satu persatu saya baca, alhamdulillah tidak ada yang salah. Yeeiiiiii.... tiket sudah ditangan..

nb:
Ada info, yang sebenernya info udah dari tahun kemarin sih. Jadi, kalau mau naik kereta, tiketnya harus sesuai dengan KTP dan harus menunjukkan KTP, kalau ketahuan tiket nggak sah sesuai KTP, tar diturunin, aduuuhh..

Beginilah pengalaman saya reservasi tiket kereta api... Semoga bermanfaat.. Dan terimakasih sudah sudi mampir di blog ini.. :)

Rabu, 02 Juli 2014

Dunia jahit menjahit: asah keterampilan

Udah beberapa hari memutuskan untuk resign demi jalan yang lain.. Dan kemudian jadi jobless... Carilah kerjaan.. Beberapa hari ini lagi demen ngapeli gramed.. 3 hari berturut-turut kali ya.. hehe.. Itu salah satu tempat favoritku untuk me time. Lebih seringnya sih datang sendiri cari buku lalu mojok. Tenggelam baca buku. Nah kali ini tujuan ke gramed salah satunya cari buku keterampilan selain hunting ide buat bahan menuntut ilmu. Emm.. Niatnya sih cari buku keterampilan biar bisa ngisi waktu luang. Tepatnya ngisi waktu sambil mengasah kemampuan dalam dunia jahit menjahit. Masa' iya sih cuma bisa jelujur doang. haha... Berbagai macam tusuk yang udah dipelajari jaman SMP dulu menguap deh..

Setelah menimbang berbagai buku di depan mata, akhirnya pilihan jatuh pada buku dengan judul "Bantal unik dan lucu". Jadi pengen bikin bantal dan ku pikir untuk pemula lumayanlah buat belajar. Kalau mau seni rajut kan mikir-mikir dulu ni. Semua serba otodidak. Pelan-pelan lah.. Sekarang bermain dengan jarum, benang, kain katun ataupun kain flanel dulu. hehe..

Buku sudah terbeli, selanjutnya pergi ke toko peralatan jahit di jalan kusumanegara. Beli flanel, benang dan pernak pernik yang lain. Beli sedikit dulu sih. Orang masih belajar. Kalau udah ngeh dengan tekniknya baru nambah pernak-pernik yang lain.  

Hari ini waktunya action buat bikin sesuatu. Ngelihat tutuorial di buku mau bikin bantal, belum beli kain katunnya, mau bikin bantal dari flanel, kurang cukup kalau bikin agak gedean. Ya udah deh akhirnya milih bikin boneka kecil. Hehe... rada banting stir.. Perjuangan belum sampai di situ.. Saya gak inget gimana caranya bikin tusuk feston. heemmm... 2 buku yang jelasin tusuk feston masih belum bikin saya dong. haha.. Dipraktekin salah-salah mulu. Baru belajar dari blog orang sayanya mulai bener jahitnya. hehe.. Beda kali ya visualisasinya.

Oke, saya mau sharing gimana bikin boneka kelinci warna pink unyu ini.. Emm.. tapi bonekanya ala ala acak adut ya.. catet masih proses belajar. xixixi.. :p

Pertama, siapkan alat tempur.. jarum jahit, jarum pentul, kain flanel, benang, gunting, kertas hvs, pulpen, dakron, lem.

peralatan tempur.. :D
Kedua, bikin pola kelincinya di kertas Hvs. Pola kepala ada 2, pola telinga ada 4, juga 1 pola hidung. Kemudian jiplak di kain flanel, yang terakhir gunting sesuai pola. :)
 bikin pola
flanel udah dipotong sesuai pola

Ketiga, jahit telinganya dengan tusuk feston. Setelah selesai masukkan dakron. Telinga sudah jadi gantian jahit kepala dengan hidungnya dulu dengan teknik tusuk feston juga. Bikin mulutnya jangan lupa, itu sih aku pakai tusuk jelujur. Kalau sudah tinggal jahit kepalanya dan digabung dengan telinga. Dan masukkan dakron di bagian kepala. Berhubung otodidak, bagian telinganya saya jelujur. Pasti salah ni.. ampuuunn...  bagi yang udah profesional baca tulisan ini, pasti senyam senyum ni.. hehe.. Siapa kek bantuin sini bikin kayak beginian. hehe...  Oiya, ketinggalan.. tempelkan matanya.. :p


taraaa... udah jadi.. maaf kalau jahitan kurang rapi.. masih amatiran. hehe...

Udah gini aja yaa.... curhatan hari ini.. lain waktu mungkin bisa cerita bisa jahit dengan lebih rapi lagi. hehehe... see you.. terimakasih sudah berkunjung.. :)

Sabtu, 14 Juni 2014

Surat untuk Bapak Ibu

Bapak.. Ibu...
sebelumnya ku sampaikan maaf yang teramat dalam hingga detik ini mungkin masih ada sesuatu yang mengganjal. Aku mungkin belum bisa membuat bangga. Dengan sifat kekanak-kanakan yang terkadang muncul mungkin juga membuat kesal. Maaf pak.. maaf bu.. Lewat surat ini ingin ku tulisankan betapa bersalahnya apabila aku belum bisa membuat kalian bangga..

Bapak.. Ibu..
Kita memang hidup di generasi yang berbeda.. Terkadang juga kita berselisih paham mengenai suatu hal. Aku tau Bapak Ibu pasti menginginkan yang terbaik untukku. Tidak ingin melihatku berkesusahan. Tidak ingin melihatku salah dalam mengambil keputusan. Ya itulah peran seorang orangtua. Maaf pak.. maaf bu..

Bapak.. Ibu..
Umur semakin bertambah, dan tak terasa beberapa tahun lagi bapak dan ibu akan mencapai  titik dimana harus pensiun. Apa kiranya yang membuat bangga bapak ibu dengan hadirnya aku di sini? Aku takut jika belum membuat bangga. Tapi terkadang tidak mudah untukku. Aku adalah tipe orang yang tidak terlalu ingin "terlihat di depan". Aku adalah tipe orang yang ingin "mendorong dari belakang". Semacam di balik layar. Tidak apa orang tidak tau, bagiku yang membuat bahagia adalah ketika aku berhasil menciptakan senyuman & kepuasan pada orang lain tanpa ia tau siapa dibalik itu semua. Itu ada kebahagiaan tersendiri untukku.

Dan kini.. sebelum semuanya terlambat. Aku ingin membangun dari 0 lagi. Akhir-akhir ini memang banyak ku dapat pelajaran berharga. Bahwa aku harus yakin dengan kemampuan yang ku punya. Sebuah penghambat adalah ketika aku tidak yakin dengan diriku sendiri. Aku memang suka dengan positif thingking tapi entah kenapa kalau dengan kemampuan sendiri kok jadi suka nggak yakin ya? -_-

Kini harus ku perbaharui lagi resolusi masa depan. Aku ingin mandiri. Aku ingin lebih yakin.
Semoga riset diberi kemudahan.. Semoga Orangtua ridho.. Semoga Allah ridho..



Minggu, 08 Juni 2014

Tandanya kena Psikosomatis

Jumat kemarin perasaan fine-fine aja badan. Eh kena pusing bentar sih. Habis itu kembali fresh. Kemudian hari sabtunya pagi-pagi saya ke puskesmas. Bukan untuk periksa, tapi mau minta surat keterangan sehat. Di puskesmas mulai deh tiba-tiba merinding melihat orang sakit. Dari dulu emang takut sebenarnya sama orang sakit. Tapi tetep berusaha mensugesti diri kalau "it's ok, aku rapopo". Kadang sugestinya berhasil kadang kagak yang ujungnya mata berkunang-kunang kemudian pingsan. Cukup mengganggu juga sih kalau kayak gini terus. -_- Tujuan kedua setelah dari puskesmas adalah ke bank buat bayar pendaftaran. Alhamdulillah antrinya gak lama. Karena belum terlalu siang akhirnya mbolang deh ke sebuah toko. hehe.. maklum cewek suka cuci mata, beli nggak beli yang penting jalan. hehe... Setelah bayar di kasir langsung buru-buru pulang. Mendadak liyer rasanya. Untung di tas ada air minum dan permen. 2 benda yang harus dibawa ketika pergi, buat jaga-jaga kalau lemes kurang gula. Udah makan permen tapi kok lemesnya ndak ilang, rasanya waktu di jalan pengen segera sampai rumah. Pergi sendiri pula was-was berkunang-kunang di tengah jalan.

Sesampainya di rumah, langsung cuci kaki lepas jilbab kemudian tepar. Udah gak bisa berkutik. Udah makin lemes ditambah jalanan panas. Agak kurang bersahabat dengan udara panas euy. hiks.. Sebenernya ada janji dengan bapak mau nganter njangong, tapi karena saking lemasnya bangun tidur tau-tau udah jam 2. Maap ya pak ndak jadi nganter. -_-

Meja makan, yak itu adalah sasaran setelah bangun. Mencari sepiring nasi untuk mengganti tenaga yang hilang. Tapi ternyata makan aja kok kurang berselera. Dan hasilnya sore hari mendadak badan demam. Setelah sholat ashar langsung tepar lagi. Tidur setelah ashar sebenernya gak boleh. Begitu ajaran yang ditanamkan simbahku dulu. Mau gimana lagi badan unwell banget. Demam ditambah diare. Semaleman menggigil adem panas dan diare. Kalau lagi sakit gini suka ngisruhi kamar oranglain. Dan kali ini kamar bapak yang paling pewe. hehe... Maap lagi ya bapak tadi malem jadi ikutan begadang. Akunya kebangun terus, gelisah ngerasain badan sakit dan demam. Coba kalau tidur di kamar sendiri. Aduh, tambah gelisah tuh. ehehe...

Kalau dipikir-pikir kayaknya makanku baik-baik aja. Cabe pun beberapa minggu ini udah mulai ku kurangi. Trus aku kenapa?? Badan sehat mendadak sakit begini. Ya Allah... astaghfirullah.. ampunilah dosaku..

*Tiduran sambil mikir*
Apa aku kena psikosomatis ya? Jadi keinget materi kuliah dulu.
Psikosomatis menurut Kamus Lengkap Psikologi yang ditulis oleh J.P. Chaplin adalah satu penyakit disebabkan oleh satu kombinasi dari faktor organis dan psikologis. Sedangkan menurut wikipedia, psikosomatis adalah kondisi di mana sejumlah konflik psikis atau psikologis dan kecemasan menjadi sebab dari timbulnya macam-macam penyakit jasmaniah atau justru membuat semakin parahnya suatu penyakit jasmaniah yang sudah ada. Jadi intinya, awalnya ada beban dalam pikiran, cemas, ketakutan, stres ataupun konflik psikis yang lainnya kemudian memicu timbulnya penyakit fisik. Contoh gejalanya jadi migrain, jantung berdebar-debar, pernafasan, pencernaan bermasalah, diare, mual, kulit gatal, dan lain sebagainya.

Nah setelah mikir gak ada yang salah dengan makanan, jadi sedikit yakin kena psikosomatis. Bulan Juni ini bener-bener full target. Ampun deh. Saking kepikirannya beberapa kali sakit. Kemarin 2 minggu batuk pilek. Ini 2 hari kena demam dan diare. Berat badan turun. Astaghfirullah... kurang woles ni aku... Juni rasanya bulan terpendek. Menurut pikiranku sih. hehe... Nah itu dia salahnya.. ke-pi-ki-ran... Kadang suka idealis, kadang suka perfect, alhasil malah jadi bumerang bagi diri sendiri. Pusiiinggg... Jangan ditiru yaa...

Woles aja dong ahhh..
back to positive thingking..
All is well..
Semua akan berjalan...
Semua target akan terselesaikan..
Dengarkan kata hati.
Yakinlah...

*edisi mensugesti diri* :)


Kamis, 05 Juni 2014

Nasihat lewat cerita :)

Terkadang tidak mudah menasihati anak. Anak kadang cerdik dalam menanggapi sebuah nasihat. Harus pinter-pinter bermain kata agar si anak sesuai dengan track. Saking gemesnya karena si anak belum sesuai, tak dapat dipungkiri seorang ibu maupun seorang ayah jadi kepancing emosinya. Waahh... berabe kalo kayak gini.  Semoga ya para calon orangtua atau yang sudah jadi orangtua tetap bisa full sabar. :)

Apa aja sih cara para orangtua dalam memberikan nasihat agar anak mau nurut? Dari beberapa menit googling cara memberikan nasihat pada anak, over all banyak yang menyebutkan bahwa cara yang paling efektif adalah dengan memberikan contoh yang baik. Nah untuk memberikan contoh yang baik salah satu caranya bisa lewat cerita berhikmah. Dengan cara ini sepertinya cepat tertanam dalam memori anak. Oke sebelumnya mari kita bahas manfaat dari membacakan cerita. Menurut Erlangga for Kids ada 12 manfaat membacakan cerita pada anak.
  1. Kemampuan berbahasa meningkat
    Saat dibacakan cerita, anak-anak akan mendengar beragam kosakata, istilah, struktur kalimat, ungkapan dan peribahasa. Terkadang ada beberapa kata di dalam cerita yang belum dikenal anak. Saat itulah orangtua bisa menjelaskan arti dan penggunaan kata-kata baru tersebut pada anak. Pengenalan terhadap beragam elemen bahasa inilah yang akan meningkatkan kemampuan berbahasanya. 
  2. Kemampuan mendengar meningkat
    Saat dibacakan cerita yang menarik, perhatian anak-anak akan ’tersedot’ pada cerita itu. Dengan mendengarkan, anak belajar bagaimana sebuah kata diucapkan. Ketika mendengar menjadi sebuah kebiasaan, maka dengan sendirinya anak juga belajar berkonsentrasi dan melatih kemampuan logikanya.
  3. Kemampuan berkomunikasi verbal meningkat
    Topik yang menarik pada cerita dapat memancing anak untuk membahasnya. Dialog yang terjadi antara anak dan orangtua saat membacakan cerita merupakan pengalaman anak dalam berkomunikasi verbal. Dari pengalamannya, ia akan belajar bagaimana bertanya, menanggapi, dan mengungkapkan pendapat.
  4. Kemampuan konseptual meningkat
    Dongeng dapat memperkenalkan anak pada konsep-konsep baru. Bahkan melalui dongeng, konsep abstrak seperti hormat, sayang dan tolong-menolong dapat dimengerti oleh anak. Kemampuan konseptual anak kemudian akan berpengaruh pada kemampuan anak dalam menyikapi konsep-konsep yang ditemuinya dalam kehidupan nyata.
  5. Kemampuan memecahkan masalah meningkat
    Selain dari pengalaman langsung, anak-anak juga dapat belajar dari cerita. Semakin banyak cerita yang didengarnya, semakin banyak pengetahuan anak. Cerita yang dituturkan membuat anak belajar berbagai kejadian, memahami karakter tokoh, mengerti sebab akibat. Hal ini dapat memperluas pengetahuan dan mempertajam logika anak.
  6. Daya imajinasi dan kreativitas bertambah
    Imajiansi anak dapat menumbuhkan jiwa petualang, mendorong anak untuk memandang dunia sebagai tempat yang mengasyikan. Pengembangan daya imajinasi ini penting sebagai dasar pengembangan kreativitas anak.
  7. Kecerdasan Emosi (EQ) meningkat
    Melalui karakter dalam cerita anak dapat mengetahui apa yang dimaksud sedih, gembira, marah, takut, bingung, dan lain-lain. Bukan hanya dari penampakan visual yang menggambarkan emosi tersebut tapi juga penyebab mengapa orang merasakan, mengendalikan, mengekspresikan dan mengenali emosi tertentu.
  8. Nilai moral bertambah
    Buku cerita yang baik bermuatan nilai moral. Bahkan ajaran moral menjadi inti dari cerita yang disampaikan. Biasanya buku cerita anak menyisipkan nilai moral seperti penghargaan terhadap teman, penghormatan kepada orang tua, menolong sesama, etika bermasyarakat dan lain-lain. Tentu saja, nilai-nilai moral tersebut disampaikan sesuai dengan tahapan perkembangan dan pemahaman anak.
  9. Wawasan bertambah
    Dari buku cerita, anak bisa menyerap berbagai informasi. Anak-anak dapat mengetahui apa yang ada di angkasa, beragam perbedaan kebudayaan, mengenai makhluk-makhluk yang ada di bumi, dan lain-lain dengan penyampaian yang lebih mudah dipahami.
  10. Pengetahuan ragam budaya bertambah
    Melalui buku cerita, anak-anak dapat memahami beragam jenis kebudayaandengan cara yang menyenangkan. Semakin banyak ia membaca buku dari beragam budaya, maka semakin banyak budaya yang dikenalnya. Pengetahuan budaya yang memadai dapat menjadi bekal anak dalam interaksi sosialnya.
  11. Mendapatkan relaksasi jiwa dan raga
    Saat sebelum tidur adalah waktu yang tepat untuk membacakan dongeng. Dongeng dan kenyamanan merupakan kombinasi yang mampu membuat anak mendapatkan relaksasi jiwa dan raga.
  12. Keakraban emosi antara orangtua dan anak meningkat
    Keakraban emosi antara orang tua dan anak dapat meningkat dengan membacakan cerita. Saat membacakan cerita, orangtua cenderung berada di samping anak, mengadakan kontak fisik seperti memeluk atau membelai kepala anak. Kontak fisik yang terjadi membuat anak merasa nyaman dan akrab dengan orangtuanya.
Ternyata banyak juga manfaatnya.. Dari sekian belas manfaat tersebut, kita dapat ambil intinya bahwa dengan membacakan cerita, konsep abstrak seperti hormat, sayang dan tolong-menolong dapat dimengerti oleh anak. Kemampuan konseptual anak kemudian akan berpengaruh pada kemampuan anak dalam menyikapi konsep-konsep yang ditemuinya dalam kehidupan nyata.

Beberapa bulan bekerja di sebuah TK dan dapat jobdes untuk mendampingi anak daycare alhamdulillah punya sarana untuk mengembangkan kecintaan pada dunia mendongeng. Eiitss... tunggu dulu. Jangan berekspektasi yang terlalu tinggi dulu. Udah takut duluan ini. hehe... Jadi cara saya mengajak anak menyukai dongeng dengan membuat jadwal ataupun siapa yang hari itu menjadi anak yang mau berbagi dengan teman dan membantu maka dapat giliran memilih buku yang akan dibacakan. Kadang dalam memilih buku anak-anak masih sering rebutan. Pengen dibacain yang ini, pengen dibacain yang itu aja. Duh, pinter-pinternya kita buat tegas dengan jadwal.  hehe... Kadang saya yang memilihkan buku dengan maksud ingin transfer sebuah cerita berhikmah. :) Tapi sempet juga karena saking riweuhnya acara pembacaan cerita sebelum tidur dipending di hari berikutnya. Yang lucu itu ketika udah hampir jam tidur, anak-anak udah menuju rak buku memilih buku cerita. Seneng rasanya....

Sebelum ini sebenernya saya sudah mulai tertarik dengan dongeng sebelum tidur. Waktu itu ketika saya kuliah disuruh bikin contoh judul penelitian ekperimen. Saat itu yang ngajar Bu Tatik. Inget banget.. hehe.. Saya membuat sebuat judul yang berhubungan dengan dongeng sebelum tidur. Tapi hanya sekedar tugas, tidak ku lanjutkan untuk penelitian. hehe...  
 
Beberapa hari kemarin saya dimintai tolong untuk mengisi kegiatan, karena mendadak, saya memilih untuk mendongeng. Tinggal ke rak buku cari buku berhikmah dan kemudian duduk di depan anak-anak untuk bercerita. Setelah bercerita, alhamdulillah anak-anak antusias. Ketika ku tanya apa saja pesannya, mereka dapat menceritakan dengan bahasa mereka sendiri. Ini langkah awal untuk memberikan contoh yang baik lewat cerita. Semakin jatuh cinta dengan dunia bercerita. Semangat belajar untuk mengembangkan ekspresi dan mengembangkan teknik bercerita. Kalau bisa dongeng tanpa bawa buku. Yakin yakin bisa... ^_^ 

(foto dari www.ibudanmama.com)