Rabu, 17 Juli 2013

Yuk berhijab dengan syar’i

Sejak beberapa bulan yang lalu mendapat pengetahuan tentang hijab syar’i tanpa pikir panjang saya sangat berkeinginan untuk melepas jilbab paris yang cukup menerawang. Walaupun belum 100% sih saya bener-bener meninggalkan jilbab paris. Masalahnya ada pada duit. Saya baru punya 2. Made in hijab alila dan ganti jilbab. Hehe.. Ya pelan-pelanlah hidup itu butuh proses tapi harus tetep Do...

Excited sekali ketika bisa beli hijab syar’i a.k.a khimar.. Awal pake merasa nyaman. Beberapa bulan menggunakan khimar, ketika saya menggunakan jilbab paris perasaannya jadi aneh.. Malu.. Malu sama Allah, mau sama diri sendiri soalnya jilbabnya nerawang. Tapi saya mendapat info cara mensiasatinya dengan mendobel jilbab parisnya. Riweuh sih tapi ndak pa-pa deh, toh hati lebih nyaman. Semoga diberi rezeki yang lancar buat beli khimar lagi.. pengeeenn... hehehe...

Keuntungan kedua setelah pake khimar yang saya rasakan adalah jadi pengaruh ke sikap. Sikapnya perlahan jadi hati-hati, pelan-pelan nggak terlalu “pecicilan” lagi meski usilku masih tetep ada. hehe...

Jadi, menurut pandangan saya, jangan takut dikatakan yang gimana gimana ketika menggunakan hijab syar’i.. Ada yang memanggilmu Bu Haji setelah berhijab syar’i? Bersyukurlah.. siapa tau itu doa.. Ada yang mengatakan nggak modis? Bersyukurlah.. saya pernah membaca bahwa hijab syar’i adalah fashion sepanjang zaman.. Saya kira lakukan dulu tanpa tapi.. Gunakan jilbab syar’i dan rasakan keuntungan yang Allah berikan.. Semoga saya, anda, dan kita semua diberi keistiqomahan..

Di bawah ini saya cantumkan gambar bagaimana hijab syar’i (by. Mbak @Benefiko) dan cara mendobel jilbab paris (by. @pedulijilbab). Semoga bermanfaat..


hijab syar'i


cara mendobel jilbab paris

Selasa, 09 Juli 2013

Target bulan Ramadhan 1434 H

Bersyukur sekali saya bisa menjumpai lagi bulan suci Ramadhan dalam keadaan sehat dan tak kurang suatu apapun. Meski 3 keluargaku kini tak lagi bersama-sama di bulan ini karena Allah telah memanggil mereka. Rasa syukur ini ku panjatkan karena kami masih diberi kesempatan untuk “mengeruk” pahala-pahala yang telah disediakan.

Tentu saja setiap tahun ada target-target yang harus dicapai agar meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah... Apa sih target kalian?

Saya ingin share aja beberapa target yang menginspirasi saya setelah beberapa kali membaca sana-sini..

1. Sholat tepat waktu
2. Meningkatkan sholat sunnah
3. Rajin sedekah
4. Rajin membaca Al-quran, khatam minimal 1x.
5. Menghafal surat Al-quran

Begitulah target-target yang sering saya baca, berharap sekali ramadhan ini dapat meningkatkan target tersebut dan terbawa sampai ramadhan usai. InsyaAllah... semoga istiqomah..

Minggu, 30 Juni 2013

Apakah sukses hanya tentang harta & derajat?

Kenapa sering masyarakat mendefinisikan sukses dengan harta dan derajat. Saya sangat heran.. Apakah kita diberi kesehatan untuk hidup itu bukan kesuksesan? Kesuksesan itu luas bentuknya, tak melulu tentang harta, harta bisa saja habis. Namun beda halnya dengan sukses bermanfaat untuk orang lain. Dalam hadist telah disebutkan bahwa Khoirunnas Anfa’uhum Linnas: Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaat bagi orang lain. Entah sekecil apapun manfaatnya apabila kita ikhlas lillahi ta’ala Allah pasti telah memberikan pahala yang besar. Yakinlah...

Kedua yang sering dibicarakan adalah Derajat,, sukses tak hanya seberat tinggi derajat kita... Seorang direktur? Seorang pofesor? Seorang CEO? Seorang doktor? dan lain sebagainya.. Tidaklah seperti itu... Derajat yang paling tinggi adalah keimanan.. Toh, kita hidup untuk menabung hari akhir. Siapa tau esok hari kita tak lagi menikmati kehidupan di dunia ini? Kalau hanya yang dipikir tentang keduniawian untuk apa? Tabungan kita gak berat. Nauudzubillah... Semoga kita senantiasa dalam petunjuk dariNya.. marilah bersama-sama belajar. Saya pun masih jauh dari sempurna... Saya hanya takut jiwa dan raga ini jauh dariNya.

Mau sukses dunia atau akhirat? Itulah pertanyaannya... emang lebih bagus tentunya sukses keduanya, dunia dan akhirat.. tapi apabila di suruh memilih di antara keduanya lebih baik memilih akhirat. Karena saya hidup untuk mencari bekal akhirat. Saya tak ingin sisa hidup ini hanya sia-sia.. Saya pernah membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa “hiduplah seakan kau akan mati”. Kutipan tersebut membuatku benar-benar berfikir. Itulah kutipan yang bisa membangkitkan semangat untuk selalu menambah iman dan taqwa..

Sering saya diremehkan dengan prinsip hidup saya. Saya ingin sekali mewujudkan impian dimana saya ingin menjadi Great Mom dengan jalan full mom.. saya nggak tau bagaimana kelak apakah saya benar-benar menjadi full mom atau tetap bekerja walaupun tentu saja saya memilih tak sampai sore a.k.a lembur. Tapi rasa ini menginginkan saya harus bisa menjadi Great Mom. Silih berganti saya mendengar, melihat dan merasakan bagaimana anak-anak dengan ibu yang sibuk kok sepertinya kasihan sekali dengan “nasib” anak-anaknya.

Ada yang meremehkan “ibu rumah tangga”, bagi saya itu adalah pekerjaan yang mulia. Tapi kenapa diremehkan..? Toh yang sebenernya wajib mencari nafkah kan seorang suami. Tentu saja itu tanggungjawabnya, ya kan ya kan? Hehehe... Lagi pula ketika Allah telah menitipkan seorang anak pada 2 insan manusia kewajibannya adalah menjaga, mendidik dan mengasuh, bukan malah dititipkan pada babysitter dan semacamnya.

"Wanita pun harus berusaha dong ikut cari nafkah!" iya iya bener... tapi kalau sampai mengorbankan waktu untuk mengasuh anak apa itu benar? Seakan lagi lagi masalah harta... Stop please kesuksesan tak melulu tentang harta.. Cobalah lebih terbuka lagi mendefiniskan. Hehe..

Sekian... sharing yang saya sampaikan semoga bermanfaat.. kalau mau ditanggapi juga boleh.. *kalem*
Permisi... ^_^

Sabtu, 29 Juni 2013

#MengasahSkill Observasi : Pola Asuh #1

Sudah 1 bulan ini dapat kesempatan membantu psikolog untuk observasi disebuah TK. Di sana saya mendapat rekomendasi untuk observasi kelompok A. Setelah saya observasi dan beberapa kali wawancara dengan wali kelasnya. Saya kira anak tersebut ada kesalahan dengan pola asuhnya di rumah. Benar saja, ternyata ayahnya meninggalkan si anak sejak kecil dan ibunya sibuk bekerja hingga menjelang maghrib. Sempat sih ayahnya pulang, dan saya tanya sempat mengantarkan si anak pergi sekolah. Tapi beberapa minggu ini si ayah pergi lagi ke luar kota. Ibunya bekerja di sebuah toko dan setelah menjemput si anak di sore hari langsung membawa anaknya ke toko dengan lingkungan yang mayoritas orang dewasa. Jadi, kemungkinan anak kurang waktu untuk bermain dengan orangtua maupun teman rumah. Malahan si anak cerita kalau teman rumahnya tidak menyukainya. Ya ampuun.. complicated bener ni..

Saya mengobrol dengan guru di sana, saya ngobrol dengan teman yang juga observer di sana yah rata-rata anak yang istimewa itu karena pengaruh pola asuh. Psikolognya pun bercerita padaku bahwa anak sebenernya nggak ada yang nakal, tapi lingkungan lah yang membentuk. Biasakanlah anak sejak kecil dengan kejujuran. Itu nasehatnya. Beliau juga walaupun beliau adalah seorang ibu yang sibuk, pulang sampai sore, namun sejak umur 1 bulan anaknya sudah diajari kejujuran. Misalnya ketika beliau mau pergi pasti sebelumnya berkomunikasi dulu dengan anaknya bahwa ia akan pergi dan nanti kembali lagi. Sebenernya aneh juga mana bisa bayi umur 1 bulan mengerti omongan orang dewasa. Memang pada awalnya anak nangis, tapi setelah beberapa kali anak menjadi tidak menangis setelah diajak komunikasi.

Beberapa kali saya mengamati perilaku anak-anak saya berfikir bahwa menjadi orangtua yang baik mungkin tidaklah mudah. Ketika orangtua sedang capek ada kemungkinan menjadi mudah emosi terhadap anak. Itu yang saya dengar dari seorang ibu yang curhat padaku. Kembali lagi dengan pola asuh. Menjadi orangtua harus tetap belajar tentang ilmu mendidik anak. Apalagi semakin berkembangnya zaman. Kondisi anak ketika zaman orangtuanya tentu saja tidaklah sama dengan kondisi ketika anaknya tumbuh dan berkembang.

Yaahh... saya ingin bisa lebih jeli lagi memahami dan belajar bagaimana mengasuh dan mendidik anak. Semoga kelak saya bisa menjadi Great MOM dan dapat membantu para orangtua untuk mendidik dengan benar. Aamiin..
*Fevi Zanfiana*

Jumat, 14 Juni 2013

Bahagia itu sederhana: episode mendidik

Pengalaman adalah guru yang paling baik.. hehe.. beberapa minggu ini alhamdulillah mendapatkan kesempatan diklat Paud dan sekarang magang.. Selain itu dapet kesempatan juga jadi observer di sebuah TK.. Jadi... kesimpulannya.. beberapa minggu ini rutinitas saya bertemu dengan anak-anak usia 5-6 tahunan.. selain hari senin yang memang jadwalku “mulang”...

Ada kebahagiaan tersendiri ketika di lingkungan anak-anak.. mereka itu polos... ceria... Saya bersyukur dipertemukan dengan MDA.. disitulah saya belajar bagaimana mengajar yang dulunya saya masih malu untuk mengeksplore kemampuanku.. MDA banyak mengajariku bagaimana berkomunikasi dengan anak-anak.Subhanallah..

Kemaren sehari yang lalu saya mulai magang di sebuah TK ABA... saya diijinkan masuk kelas A.. awalnya saya ingin mengenalkan diri ke anak-anak lalu mengamati dulu gimana teknik pengajarannya untuk menyesuaikan diri,, eh ndak taunya... ada anak yang bernama Khonsa bertanya padaku “Bu guru besok ke sini gak? Besok ke sini ya..” Subhanalah baru aja berangkat udah ada anak yang excited.. pulangnya pun ketika saya di pintu gerbang sekolah, si Khonsa dijemput ayahnya dan ternyata Khonsa menarik-narik ayahnya. Dari jauh ku liat Khonsa menunjukku dan berkata pada ayahnya “itu guru baru”.. xixixi... jadi malu aku..

Di hari kedua aku berangkat jam 10 lebih dikit... sampe sana kelas pagi baru saja selesai.. ku tunggu jam pelajaran kelas siang dimulai dengan mengobrol dengan guru di sana. Tiba-tiba ada murid kelas A yang menghampiriku, namanya Alya... dia cantik loh... hehe... tiba-tiba datang lagi si Naura dan Khonsa.. mereka bertanya padaku nanti mau diajari apa... dan ku jawab mau belajar nyanyi bahasa Inggris.. Khonsa sangat senang,, dia malah menunjukkan kemampuannya menghitung dengan bahasa inggris.. uhh pinternya... selang beberapa saat ada dialog Alya dan Naura rebutan minta saya “pangku” mereka gak mau kalah.. maunya nempelin badanku.. yaa ampuun memang anak seusia mereka masih dalam “egosentris”. Ku suruh untuk duduk sendiri aja mereka gak mau.. semuanya minta dipangku, hehe... iihh gemes deh,,, Ada guru yang melihat aku sedang dideketi anak-anak dan beliau bercerita padaku kalo kemaren waktu pulang ada anak yang mencerita pada orangtuanya kalo ada guru baru.. oowww.... anak-anak oh anak-anak... :)

Hari ke 2 aku mengajar dengan tema tanaman.. yak baru tau setelah diklat bahwa mengajar anak itu kudu ada temanya.. dan sehari sebaiknya ya ngomongin tentang tema itu.. Ku ajari mereka lagu “i like the flowers” dan mewarnai tentang bunga..

Jam setengah 2 pelajaran selesai anak-anak pulang dan aku ikut menunggu di gerbang, menunggu anak-anak dijemput.. satu persatu ada yang dijemput. Nah ketika Lingga dijemput mamanya malu deh... Lingga menarik-narik mamanya menuju tempat aku duduk, mamanya menceritakan kalau kemaren di rumah Lingga cerita ada guru baru dan Lingga menyuruh mamanya untuk kenalan denganku. Subhanallah anak-anak itu memang imut sekaliii... Selalu tak terduga...

Itulah salah 1 sebabnya aku ingin bekerja di lingkungan anak-anak.. Berada di dekat mereka itu nyaman.. Aku ingin menjadi pendidik, sedikit apapun yang saya sampaikan semoga bisa diterapkan mereka dan semoga bisa bermanfaat..

Kali ini saya kerja tidak menjadikan gaji nomer 1... kan nantinya ada yang wajib cari nafkah.. #eh.. hehehe... Bagi saya karir itu ketika saya bisa bermanfaat.. Saya percaya Allah itu Maha Kaya... Dia akan memberikan rezeki dari jalan mana saja asal kita usaha dengan berkah.. Dan jalanku dengan menjadi pendidik,, ini impian... walaupun saya belum bisa sempurna dalam mendidik tapi saya berusaha dengan learning by doing.. selain itu mendidik anak-anak sejak muda sama halnya latihan ku untuk mewujudkan My BIG dream... I want to be GREAT mom.. InsyaAllah...

Allah itu memang Maha Agung.. Allah tau apa yang menjadi kebutuhan hambaNya.. ketika saya berharap ingin menjadi pendidik, Allah menemukanku dengan diklat, Allah menemukanku dengan magang.. Subhanallah.. Maha suci Allah..

Bahagia itu memang sederhana... Saya bahagia menikmati proses ini...

Selasa, 28 Mei 2013

Bapak you're my everything



Bapak... seorang pemimpin dalam keluarga... Bapak sudah menjadi orangtuaku selama 23 tahun 4 bulan 4 hari.. Terimakasih Ya Allah Engkau anugerahkan aku untuk menjadi anak bapak. Dulu memang waktu kecil aku takut dengan bapak karena "galak" ketika aku "bandel", hehe.. tapi lambat laun semakin aku bertambah usia teori silangpun semakin terlihat. Seorang anak perempuan biasanya akan lebih dekat dengan bapaknya. Begitu juga dengan seorang anak laki-laki biasanya lebih deket dengan si ibunya.

Banyak yang gak ku ingat dimasa kecil.. Beberapa minggu yang lalu di rumah belakang aku duduk bersama bapak dan ibu cerita masa kecilku. Dulu waktu kecil aku sempat tinggal selama 1 tahun di Klaten karena ibuku kerja di sana. Si bapak sepertinya yang lebih sering gendong aku sampe2 ditegur sama tukang becak. hehe.. Ketika aku TK aku ingat bangun tidur nangis, dan bapaklah yang menemuiku kemudian mengajakku berfoto.. banci foto dah aku waktu jaman TK. hehe.. Ketika aku ke dokter bapaklah yang mengantarku.

Ibuku memang tipenya ibu yang sibuk.. Beliau pulang kerja lebih sorean daripada bapak, makanya aku lebih sering berinteraksi dengan bapak cerita tentang ini itu diskusi tentang ini itu. Setelah rumah belakang direnovasi jadi ada tempat buat ngobrol2 sambil memandang langit. hehe..

Bapak itu tipenya orangtua yang rada cool, ketika aku cerita tentang sesuatu kadang cuma ngambang. yak nurunlah ke aku.. kadang aku juga nggantung, kadang nggak jelas ya atau tidak.. Tapi beliau penasehat yang menengtramkan kok.. Banyak sifat2 bapak yang nurun ke aku. Si bapak rada "nggak peduli", aku pun ikutan.. maksud dari nggak peduli itu ketika ada masalah yang sepertinya nggak penting2 amat lebih sering buat cuek, diam.. Bapak selalu menasehati untuk diam dan mengalah. Tentu saja mengalah bukan berarti kita kalah.

Bapak tipenya suka humor, begitu juga aku. Aku lebih sering ngobrol dengan bapak seperti ngobrol dengan teman.. Manja dan kadang aku seenaknya aja becanda. Bapakpun fine-fine aja. Ditanggapi dengan gurauan. Yang begini ni orangtua yang ciamik.. hehe..

Walaupun suka becanda tentu saja kami juga sering ngobrol yang serius. Terakhir ngomongin tentang gaji pekerjaan.. Bapak menasehatiku "Gaji kecil itu gak papa yang penting berkah, kalo berkah tar jalannya gampang". Sweet banget deh ni bapak.. Subhanallah aku bersyukur punya bapak.. sampe2 dulu sempet kepikir semoga dapet jodoh yang kayak bapak. Bapak you're my everything.. ijinkan aku tetap menjadi "anak manja" ya pak.. hehehe...

Senin, 13 Mei 2013

My hijab story

Awalnya aku mulai pake jilbab itu ketika SD. Kelas berapanya aku lupa. Antara kelas 5 atau 6 gitu. hehehe.. Ketika SD aku sekolah di SD Muhammadiyah tapi di sekolah tersebut seragamnya belum full pake jilbab dalam seminggu. Kayaknya ketika pake seragama merah putih aku gak berjilbab nah ketika pake seragam identitas sekolah barulah yang cewek-cewek pake jilbab. Di kelas 4, 5 atau 6 tersebut ada teman sekelasku yang sering pake jilbab ketika kita maen-maen. Di situlah awalnya aku tergerak pengen ikutan pake jilbab. Walaupun belum sepenuhnya tiap hari pake jilbab sih. hehe..

Lulus SD aku masuk ke SMP negeri dan aku memilih seragam yg berjilbab. Alasannya karna memang lingkunganku berjilbab dan gak nyaman juga sih kalo pake seragam gak berjilbab. Di SMP ini masih tetep belum istiqomah pake jilbab. Kadang keluar rumah gak pake jilbab. -_-“

Ketika SMA alhamdulillah sekolah di negeri lagi dan tetep dengan pilihan seragam yg berjilbab. Intensitas pake jilbabnya lebih lumayan lah daripada waktu SMP, tapi sempet juga karena iman lagi goyah saya keluar rumah gak pake jilbab. Nyesel kalo inget.

Jenjang Kuliah alhamdulillah ada peningkatan lagi dari proses sebelumnya. Tapi ada nyeselnya juga. Contohnya ketika lagi di rumah tiba-tiba bel bunyi akunya gak pake jilbab mau ganti baju tar kelamaan ya udah deh dengan bodohnya bukain pintu buat tamu cewek atau cowok dengan rambut yang tergerai biar tamunya gak kelamaan nunggunya.. :( T_T maaf y Allah.. Alhamdulillah dulu kalo ada adekku yang cowok bisa jadi pengingat.. Ketika mau buka pintu buat tamu, adekku nyeletuk.. “Mbak pake jilbab”.. Dia juga sering komplen kalo aku keluar rumah pake celana. Bersyukur punya adek yang saling ngingetin gini. Dia inspirasiku untuk memperdalam agama. Karena dia saya pengen ikutan masuk pesantren.. hehehe...

Akhir bulan April tahun 2012 saya mendapat tawaran dari ibu untuk diberangkatkan umroh di bulan Juni. Disitulah terjadi perubahan dalam diriku.. Aku sangat sangat bersyukur diberi kesempatan untuk ke rumah Allah.. tentunya aku harus lebih taat padaNya. Doa yang utama yang kupanjatkan adalah “Jangan biarkan aku berpaling dariMu Ya Allah, semoga aku selalu dalam jalanMu, aku ingin selalu dekat denganMu, aku ingin menjadi wanita sholehah”. Doa itu yang sering ku ungkapkan sebelum hari keberangkatanku. Di bulan-bulan sebelum aku berangkat lagi happening jilbab lengan.. entah seneng banget liet orang pake jilbab lengan.. tenang gitu rasanya.. jilbabnya kan gede sampe sepinggang. Akhirnya aku hunting deh dengan maksud buat umroh dan menyiasati kalo ada tamu di rumah, aku lagi pake kaos pendek pake jilbab itu kan bisa tertutupi. ^_^

Semakin hari dan semakin ngerti kesalahanku. Dari beberapa ilmu agama tentang hijab aku mulai merasa bersalah dan menyesal. Aku salah kenapa keluar gak pake jilbab walaupun hanya di depan rumah,itu tetep harus jaga aurat. Dan lagi setelah aku mengenal ust. Felix ini cambukan buatku. Jilbab yan sebenarnya adalah jilbab syari, jilbab yang sederhana. No punuk unta, no tabbaruj.. Ya Allah tak henti-hentinya aku memohon untuk diberi petunjuk mana yan benar dan mana yan salah dan tentunya berilah hambaMu ini keistiqomahan untuk taat dalam perintahMu.

Sekarang banyak wanita memakai “hijab modern” atau “hijab gaul” atau “hijab trendy” yang sebenernya jauh dari arti hijab sesungguhnya”. Ada sebuah artikel yang mengatakan bahwa jilbab syar’i adalah jilbab modern sepanjang zaman. Saya gak bermaksud untuk menggurui, karena saya pun belum sempurna. Saya cuma pengen ngajak bareng-bareng yuk lebih taat sama Allah, pake jilbab yang sebener-benernya jilbab.. Ya Allah berilah hamba keistiqomahan.. Sempet sih dikomplen ketika mengutarakan pengen pake jilbab yang lebih lebar, dikiranya aku mau ikutan sebuah partai.. -_-“ setelah dijelasin akhirnya mengerti juga. Aku merasa lebih tenang setelah memakai jilbab syar’i. Beda feelnya ketika pake paris. Jilbab syar’i kan lebar tu otomatis jadi kayak alarm biar jaga sikap. ^_^ Alhamdulillah... saya masih diberi Allah petunjuk.. Aku belumlah sempurna dalam proses ini. Mohon doanya, hehe... Akhir-akhir ini lagi nabung dan hunting jilbab-jilbab syar’i.. perlahan mau meninggalkan paris. Hehe..

Bersyukur proses ku memakai jilbab tak sesulit muslimah di luar sana, ada yang sampe dilarang-larang, ada yang mau kerja aja disuruh lepas jilbab, Astaghfirullah... Bersyukur aku berada dalam lingkungan yang berjilbab.. ^_^ Ya Allah aku ingin taat padaMu, aku takut menjadi hamba yang merugi...

Nitikan, 13 Mei 2013, 9:50
*sambil dengerin lagunya oki setiana dewi ft. shindy – wasubidu ^_^