Beberapa minggu ini di facebook, twitter dan whatsaap lagi happening foto profil dengan gambar karikatur. Awalnya saya pikir lucu yaa.... Tapi kalau dipikir lagi kok rata-rata gambarnya seperti itu? Dari sekian foto profil yang saya lihat kebanyakan gambarnya seorang cewek dengan pakaian yang masyaAllah bikin geleng-geleng. Gimana enggak, yang punya sosial media itu kesehariannya berjilbab, eh foto profilnya karikatur cewek pakai baju yang minim, rok pendek, baju ketat dan maaf ada yang menonjolkan dadanya. Masya Allah... Yang sangat saya sayangkan bagaimana kalau ada yang ngebayangin kayak gitu? bukannya suudzon ya, tapi setidaknya muslimah menjaga diri agar tidak tereksploitasi pikiran orang.
Saya pikir ini udah termasuk ghazwul fikr... Secara bahasa, ghazwul artinya serangan, serbuan atau invansi. Sedangkan
Fikri adalah pemikiran. Jadi ghazwul fikri dapat diartikan sebagai
serangan untuk mengubah pemikiran sehingga tidak sesuai lagi dengan
pedoman awal yang dipegangnya. Ghazwul fikr yang sering muncul ada pada food, fun dan fashion. Sekarang lagi ngetren aplikasi tersebut dan mengesampingkan bahwa aslinya si muslimah berjilbab.
Era sekarang sudah bukan zamannya perang dengan tembak-tembakan, dengan bom meskipun di timur tengah sana masih ada sih. :( Orang lebih canggih dalam mempengaruhi dengan pemikiran.
Di bawah ini salah satu contoh gambarnya, namun saya pilih gambar yang tidak terlalu ekstrim.. :) Maaf ya kalau saya mengkritisi, saya hanya ingin muslimah jangan sampai kebablasan mengikuti tren tanpa melihat itu benar atau tidak. :)
[12.11.13]
Nb: ini ada tambahan postingan dari facebook untuk memperkuat keresahan saya.. hehe.. Dear muslimah.. hati-hati ghazwul fikr yaa... :)
Tampilkan postingan dengan label ghazwul fikr. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ghazwul fikr. Tampilkan semua postingan
Minggu, 10 November 2013
Minggu, 08 September 2013
Fenomena Tren Hijab Modern
Beberapa tahun ini di Indonesia sedang ngetren yang namanya hijab gaul, hijab modis, hijab modern atau apalah namanya. Dulu sempat saya mengikuti, riweuh juga sih sebenernya ngikuti cara memakainya. Lilit sana, lilit sini, pentul sana pentul sini. Ahh.. repot.. Belum lagi kalo pake acara ketusuk pentulnya.
Dari awal kreasi jilbab paris sebelum tahun 2010 hingga tahun ini sangatlah signifikan perubahannya. Paris -> pasmina -> tuban dengan berbagai bentuk kreasinya yang wuuhh banyak sekali. Bahkan ada buku tutorialnya, ada tutorial di youtube, di blog, bahkan ada yang dalam bentuk CD. Para wanita sudah dipermudah dengan tutorial yang ada.
Kreasi jilbab paris sekitar tahun 2008
Siapa sih yang nggak pengen keliatan cantik dengan contoh-contoh kreasi hijab masa kini. Modelnya pun dipilih yang cantik sehingga tentu saja membuat ketertarikan para wanita. Bersyukur memang dengan adanya kreator hijab yang bervariasi akhir-akhir ini semakin banyak wanita yang berhijab menutup rambutnya. Namun, lambat laun saya menjadi miris pada diri saya sendiri dan orang lain. Dulu saya pernah beberapa bulan mengikuti tren memakai hijab yang menggelung rambut ke atas bagaikan punuk unta. Setelah membaca sebuah hadist yang mengatakan hijab seperti itu tidaklah diperbolehkan, bahwa wanita yang menggunakan hijab seperti itu tidak akan mencium wangi surga. Naudzubillah..
Nggak boleh ngikutin yang kayak gini ya... :)
Tren punuk unta berbarengan dengan tren pasmina, entah pasmina shifon, spandek maupun bahan yang lain yang saya tidak hafal nama-namanya. Hehe.. Dan satu lagi berbarengan juga dengan tren jilbab ninja. Ini saya juga sempat mengikutinya beberapa bulan. Kira-kira ada 4 pasmina dan 2 jilbab ninja. Yang pasmina terkadang masih saya pakai itupun hanya sesekali dan tak perlu kreasi sana sini yang membuat ribet diri sendiri, namun untuk jilbab ninja sudah saya museum kan. Merasa nggak nyaman menggunakannya.
Hayooo apa lagi fenomena hijab akhir-akhir ini?? Hehe.. Saya perhatikan yang lagi happening bagi para hijabers modern adalah hijab yang sangat-sangat menyerupai rambut dan tren turban. Awalnya saya kaget ketika di timeline twitter saya beberapa bulan yang lalu yang membahas feomena hijab yang menyerupai rambut. Itu mau pakai hijab atau hanya sekedar menutup rambut? Hehe.. maaf.. Sama halnya dengan turban, menurut saya ketika sesorang menggunakan turban berarti sama halnya orang tersebut memperlihatkan bentuk lehernya. Selain itu wanita yang memakai turban kan tidak menutup dada. Bukankah arti hijab adalah menutup? Bukan membungkus? Bukankah memakai hijab harus menutup dada?
Selain contoh di bawah ini ada lagi beberapa model hijab yang bener-bener menyerupai rambut. Cobalah tengok yang memakai kreasi hijab pasmina bagaimana bentuknya? Bukannya saya sok pinter, tapi saya bener-bener miris melihatnya. Terkadang saya teringat kata-kata ustadz Felix tentang ghazwul fikr atau perang pemikiran. Begitu banyak wanita yang berhijab namun jauh dari arti hijab yang sesungguhnya.
Hijab model turban
Hijab yang menyerupai rambut
Demikian curhatan saya atas fenomena hijab modern yang akhir-akhir ini sedang ngetren dikalangan para wanita-wanita Indonesia. Saya di sini menulis bukan untuk menggurui dan saya merasa lebih pintar. Tidak.. saya pun masih jauh dikatakan sempurna. Saya pun wanita biasa yang sedang belajar untuk mentaati perintahNya dan menjauhi laranganNya. Ini benar-benar kemirisan hati saya yang sangat sangat ingin saya sampaikan. Hanya dengan tulisan ini saya mengungkapkannya. Terimakasih yang sudah merelakan waktunya untuk membaca. Semoga kita senantiasa dalam lindunganNya, terhindar dari gazwul fikr dan diberi kekuatan untuk istiqomah. Aamiin..
Dari awal kreasi jilbab paris sebelum tahun 2010 hingga tahun ini sangatlah signifikan perubahannya. Paris -> pasmina -> tuban dengan berbagai bentuk kreasinya yang wuuhh banyak sekali. Bahkan ada buku tutorialnya, ada tutorial di youtube, di blog, bahkan ada yang dalam bentuk CD. Para wanita sudah dipermudah dengan tutorial yang ada.
Siapa sih yang nggak pengen keliatan cantik dengan contoh-contoh kreasi hijab masa kini. Modelnya pun dipilih yang cantik sehingga tentu saja membuat ketertarikan para wanita. Bersyukur memang dengan adanya kreator hijab yang bervariasi akhir-akhir ini semakin banyak wanita yang berhijab menutup rambutnya. Namun, lambat laun saya menjadi miris pada diri saya sendiri dan orang lain. Dulu saya pernah beberapa bulan mengikuti tren memakai hijab yang menggelung rambut ke atas bagaikan punuk unta. Setelah membaca sebuah hadist yang mengatakan hijab seperti itu tidaklah diperbolehkan, bahwa wanita yang menggunakan hijab seperti itu tidak akan mencium wangi surga. Naudzubillah..
Tren punuk unta berbarengan dengan tren pasmina, entah pasmina shifon, spandek maupun bahan yang lain yang saya tidak hafal nama-namanya. Hehe.. Dan satu lagi berbarengan juga dengan tren jilbab ninja. Ini saya juga sempat mengikutinya beberapa bulan. Kira-kira ada 4 pasmina dan 2 jilbab ninja. Yang pasmina terkadang masih saya pakai itupun hanya sesekali dan tak perlu kreasi sana sini yang membuat ribet diri sendiri, namun untuk jilbab ninja sudah saya museum kan. Merasa nggak nyaman menggunakannya.
Hayooo apa lagi fenomena hijab akhir-akhir ini?? Hehe.. Saya perhatikan yang lagi happening bagi para hijabers modern adalah hijab yang sangat-sangat menyerupai rambut dan tren turban. Awalnya saya kaget ketika di timeline twitter saya beberapa bulan yang lalu yang membahas feomena hijab yang menyerupai rambut. Itu mau pakai hijab atau hanya sekedar menutup rambut? Hehe.. maaf.. Sama halnya dengan turban, menurut saya ketika sesorang menggunakan turban berarti sama halnya orang tersebut memperlihatkan bentuk lehernya. Selain itu wanita yang memakai turban kan tidak menutup dada. Bukankah arti hijab adalah menutup? Bukan membungkus? Bukankah memakai hijab harus menutup dada?
Selain contoh di bawah ini ada lagi beberapa model hijab yang bener-bener menyerupai rambut. Cobalah tengok yang memakai kreasi hijab pasmina bagaimana bentuknya? Bukannya saya sok pinter, tapi saya bener-bener miris melihatnya. Terkadang saya teringat kata-kata ustadz Felix tentang ghazwul fikr atau perang pemikiran. Begitu banyak wanita yang berhijab namun jauh dari arti hijab yang sesungguhnya.
Demikian curhatan saya atas fenomena hijab modern yang akhir-akhir ini sedang ngetren dikalangan para wanita-wanita Indonesia. Saya di sini menulis bukan untuk menggurui dan saya merasa lebih pintar. Tidak.. saya pun masih jauh dikatakan sempurna. Saya pun wanita biasa yang sedang belajar untuk mentaati perintahNya dan menjauhi laranganNya. Ini benar-benar kemirisan hati saya yang sangat sangat ingin saya sampaikan. Hanya dengan tulisan ini saya mengungkapkannya. Terimakasih yang sudah merelakan waktunya untuk membaca. Semoga kita senantiasa dalam lindunganNya, terhindar dari gazwul fikr dan diberi kekuatan untuk istiqomah. Aamiin..
Langganan:
Postingan (Atom)





