Jumat, 25 November 2011
Dialah adikku yang ku banggakan
Aku punya 2 adik.. satu cowok dan satu lagi cewek. Tapi aku merasa hanya punya satu adik. Hehe.. Karena aku jarang bertemu dg adikku yang cowok itu. Nama dia adalah Feri Septianto. Sejak lulus SD dia melanjutkan sekolah di Muallimin Yogyakarta dan memilih berasrama di sana selama 6 tahun.. dia pulang ke rumah hanya hari kamis sore atau jumat pagi dan jumat sorenya dia balik lagi ke asrama. Terkadang kalo ada acara bahkan dalam seminggu nggak pulang. Namun kadang juga dia bisa pulang ke rumah 2 kali dalam seminggu.
Aku merasa bangga dengan dirinya.. Dia 2 tahun di bawahku tapi dia terlihat lebih dewasa pemikirannya mungkin karena dia berasrama, di sana dia telah banyak belajar tentang agama, belajar karakter seorang muslim yang sejati dan tentu saja dia sangat gemar membaca sehingga wawasannya pun cukup luas. Di rumah banyak sekali buku2 bertumpuk di meja belajarnya dan rak buku. Aku pernah bertanya kok bisa beli buku banyak gitu? Dan dia pun menjawab bahwa dia kadang jarang jajan, dia memilih untuk ditabung untuk beli buku.. Ya ampun aku merasa malu.. (•˘˛˘•)
foto lengkap bersama keluarga
Kemarin sambil menunggu pengumuman kelulusan dia sibuk sekali bersama temannya mendaftar sekolah, mereka sempat ke jakarta untuk mendaftar universitas di mesir namun mungkin belum jodohnya dia nggak diterima dan dia sepertinya juga mendaftar ke LIPIA.. Tapi jodohnya memang di Ar-Rayah.. Sebelum berangkat ke sukabumi dia mencoba ke Gontor untuk moqoblah atau apalah aku kurang tau apas istilahnya, itu syarat mau ikut daftar ke universitas di Madinah.. namun sang tesnya tanggal 20-an Juli, padahal tanggal 17 dia harus sudah berada di Ar-rayah.. Yah... Allah pasti tau yang terbaik bagi Feri. Mungkin Allah menunjukkan jalan agar dia lebih memperdalam lagi ilmunya di sana , barulah ke Universitas Islam Madinah..
Tanggal 16 Juli 2011 Feri, kedua orang tuaku dan 2 sodaraku mengantarkan feri menuju tempat dia untuk menuntut ilmu yakni di Ma’had A’ly Ar-Rayah Sukabumi. Sebenernya aku ingin turut serta mengantarkan, tapi apa mau dikata ketika itu aku sedang ujian.. -_- Waktu terasa cepat sekali berlalu. Perasaan baru aja kelas 6 di Muallimin, tau2 tiba saatnya dia meninggalkan jogja untuk sementara. 3 tahun itu cukup lama ku kira..
Sekarang kira2 sudah 4 bulanan dia berada di sana. Bulan kemaren aq, kedua orang tuaku, bulek dan sodaraku menjenguk ke Ar-rayah.. aku sempat bertanya kepadanya bagaimana betah nggak di sana. Alhamdulillah dia merasa betah banget.. Syukurlah kalau gitu.. Selama 3 bulan tanpa hape dan internet, dia pun meminjam hapeku untuk membuka facebooknya yang cukup lama ia tinggalkan.. haha.. trus ayahku menyuruh dia untuk menelpon temannya.. Eh ajegilee deh.. waktu nelpon dianya pake bahasa arab.. tau deh apa artinya. Xixixi.. buta aku sama bahasa arab. Heuheu.. Beberapa bulan nggak ketemu ada beberapa perubahan pada dia, dia tambah putih tapi terlihat agak kurusan.. xixixi..
Selama dia di Ar-Rayah aku sering kangen dengan dirinya.. apalagi ketika aku sedang ada masalah.. rasanya pengen berbagi cerita dengannya.. Karena terakhir sebelum dia pergi ke Ar-rayah aku sering berdiskusi dan meminta pendapat darinya. Waktu menjelang ujian Sertifikasi III dan IV pun aku meminta bantuan dia. Belajar sambil berdiskusi memang lebih mudah untuk cepat memahaminya. Dan sekarang aku merasa kehilangan momen2 itu.. Masih banyak yang ingin ku diskusikan tentu saja tentang agama. Dengan siapa lagi aku harus bertanya..? hanya padanya aku bisa lepas untuk bertanya. Andai saja bersekolah di sana diperbolehkan untuk membawa handphone mungkin akan mengobati rasa rinduku pada momen2 itu.. Nelpon aja gak pernah ke nomerku, pasti ke nomer bapak atau ibu. Itu pun hanya sebulan sekali dan dibatasi hanya 5 menit saja.. Pernah sih 10 menit tapi itu dulu waktu idul fitri dan akupun sempat beberapa menit ngobrol dengannya. Tapi waktu segitu tak mungkin ku habiskan untuk berdiskusi. Yang ku tanya cuma kabar dan bagaimana di sana. Cuma itu..
Untuk adikku Feri yang paling ku banggakan.. Selamat bertemu kembali lagi taun depan.. InsyaAllah taon depan aku akan mengunjungimu bersama bapak ibu dan adikmu yang paling ....... (sensor), xixixi..
Semoga cita-citamu dapat di kabulkan Allah untuk menuntut ilmu di Universitas yang kamu dampakan itu.. Aku yakin kamu bisa..
Tertanda mbakmu di Jogja..
Minggu, 06 November 2011
pengalaman bersama pengungsi Merapi 2010
Idul Adha taon lalu aku bersama para pengungsi Merapi di Tlogo, Klaten.. selama beberapa hari aku berpartisipasi jadi relawan penjaga gudang logistik. hehe.. Masih samar-samar teringat wajah2 para pengungsi di sana. Ada anak kecil yang riang gembira bermain2 dengan keluarga ataupun teman sebayanya, ada pula orang tua yang diam termenung. Entah apa yang mereka pikirkan, rumah mereka, ternak mereka, harta benda mereka atau cobaan selama erupsi merapi.. mungkin itu yang mereka pikirkan.. Dan aku masih teringat ada sesosok simbah2 yang benar2 bersemangat, aku merasa malu. aku masih muda namun terkadang masih sering labil semangatnya. Yang membuatku takjub adalah ketika kami menyapu dan bersih2 got di depan posko kesehatan dari fakultas farmasi, simbah tersebut sangat bersemangat turut serta membantu kami, dengan tangan kosongpun beliau tanpa ragu mengambil sampah2 di got yang sedikit ada air kotornya. Kami pun ikut membersihkan menggunakan tangan walaupun awalnya menggunakan alat bantu sobekan kardus.. Subhanallah.. skrg apa kabar simbah yang penuh semangat itu? Semoga senantiasa diberi kesehatan oleh-Nya.. amin..
Baru pertama kalinya aku bermalam takbiran jauh dari keluargaku, dan ini sungguh luar biasa sebuah pengalaman turut andil bagian membantu para pengungsi.. Karena aku ingin bermanfaat bagi orang lain. Melihat orang lain tersenyum karena apa yang telah ku lakukan adalah sebuah penghargaan yang tak ternilai.
Malam takbiran di sana dihibur dengan acara musik namun sepertinya tak sampai larut malam.. hehe.. *agak lupa* tapi kurasa mereka cukup terhibur.
Aku tak berpartisipasi hingga selesai dalam acara hiburan musik itu, karea terlalu capek aku kembali ke basecamp dimana tempatnya mengharuskanku untuk berjalan cukup jauh. Namun karena sering bolak balik, sepertinya gak jauh2 amat sih.. hehe..
Dan akhirnya Idul Adha yang ditunggu2 tiba..
tapi sayangnya aku tak ikut melaksanakan sholat Ied.. padahal samping basecamp ada masjid.. :(
Setelah bangun tidur kami menuju pengungsian kembali, di sana tampak sepi. Sebagian para pengungsi berbondong2 menuju tempat sholat Ied dan sebagian tetap tinggal di pengungsian, mungkin mereka ingin menjaga barang2 bawaan mereka.
Beberapa saat kemudian di pengungsian dilaksanakan penyembelihan hewan kurban, adaTv One stasiun Tv swasta juga yang meliputnya.. xixixi.. Berapa jumlah hewan kurbannya aku benar2 sudah tak ingat.. *upss
Lalu ibu2 juru masak dan bapak2 TNI siap mengolah daging2 tersebut.. Dalam sehari menunya berbeda2, namun dalam 2 hari menunya sama.. heuheu.. tapi masakan mereka enaakk kok.. :)
Tiba saatnya kami harus berpisah dengan para pengungsi di sana.. dan teman2 relawan.. awalnya terasa ada yang hilang dengan rutinitas yang singkat itu.. Tapi aku berharap pengalaman ini takkan terlupakan..
Terakhir.. Saya ingin mengucapkan "Selamat Idul Adha" untuk para pengungsi di sana & rekan 2 yang memiliki misi yang sama untuk membantu mereka2 yang sedang mengalami cobaan.. Kalian Luar Biasa..
*ku tulis ketika malam takbiran 2011*
Baru pertama kalinya aku bermalam takbiran jauh dari keluargaku, dan ini sungguh luar biasa sebuah pengalaman turut andil bagian membantu para pengungsi.. Karena aku ingin bermanfaat bagi orang lain. Melihat orang lain tersenyum karena apa yang telah ku lakukan adalah sebuah penghargaan yang tak ternilai.
Malam takbiran di sana dihibur dengan acara musik namun sepertinya tak sampai larut malam.. hehe.. *agak lupa* tapi kurasa mereka cukup terhibur.
Aku tak berpartisipasi hingga selesai dalam acara hiburan musik itu, karea terlalu capek aku kembali ke basecamp dimana tempatnya mengharuskanku untuk berjalan cukup jauh. Namun karena sering bolak balik, sepertinya gak jauh2 amat sih.. hehe..
Dan akhirnya Idul Adha yang ditunggu2 tiba..
tapi sayangnya aku tak ikut melaksanakan sholat Ied.. padahal samping basecamp ada masjid.. :(
Setelah bangun tidur kami menuju pengungsian kembali, di sana tampak sepi. Sebagian para pengungsi berbondong2 menuju tempat sholat Ied dan sebagian tetap tinggal di pengungsian, mungkin mereka ingin menjaga barang2 bawaan mereka.
Beberapa saat kemudian di pengungsian dilaksanakan penyembelihan hewan kurban, ada
Lalu ibu2 juru masak dan bapak2 TNI siap mengolah daging2 tersebut.. Dalam sehari menunya berbeda2, namun dalam 2 hari menunya sama.. heuheu.. tapi masakan mereka enaakk kok.. :)
Tiba saatnya kami harus berpisah dengan para pengungsi di sana.. dan teman2 relawan.. awalnya terasa ada yang hilang dengan rutinitas yang singkat itu.. Tapi aku berharap pengalaman ini takkan terlupakan..
Terakhir.. Saya ingin mengucapkan "Selamat Idul Adha" untuk para pengungsi di sana & rekan 2 yang memiliki misi yang sama untuk membantu mereka2 yang sedang mengalami cobaan.. Kalian Luar Biasa..
*ku tulis ketika malam takbiran 2011*
Kamis, 03 November 2011
Pembedahan sii sensitif
Yang kenal aku cukup lama, pasti tau yang dimaksud dengan "sensitif"..
tuh di bawah sana aku juga dah pernah posting sii "sensitif" itu... hayooo... apa tu? ƪ(˘ _˘ )ʃ
tentunya sii mata lah yang sensitif.. udah 5 taon sering kumat2an ini..
sebenernya ceritanya udah basi sih.. xixixi.. tapi gak apa deh... ini blog blog pnya ku.. terserah deh ya aq mw nyoret2 apa.. hehe.. *kibas jilbab* ( ˘ з˘ )
Tepatnya hari Kamis, 13 Oktober 2011 aq kembali ke dokter mata di PKU Muhammadiyah, soalnya udh seminggu benjol dimataku ga ada perubahan walaupun dah dikasih cendo xytrol.. aku periksa di temani ayahku, pertama sih mental udah siap ni mata mau diapain demi kesembuhan mataku. nunggu cukup lama, membuatku tak sabar ingin bertemu dokter untuk mengeluhkan sakitku ini agar cepat tertangani..
Tibalah giliranku, namaku di panggil oleh perawat di bagian klinik mata, aku bercerita pada bu dokter, lalu bu dokter berkata " diambil aja ya.." maksudnya ni benjol dikelopak mata diambil, soalnya kan itu semacam nanah di dlm benjolnya.. huhuuhuuu...
jawabku adalah "yaa..." dan dokterpun menyuruhku untuk bilang sama perawat untuk mempersiapkan alat2 bedah.. jreng.. jreng... aku nunggu di ruang tunggu dengan cemas, udah nyoba ambil nafas, berpikir positif tapi gara2 liet perawatnya bawa suntik, pikiran jadi kacau.. auuu... takutt.. ☹
perawatnya dah selesei mempersiapkan alat2, aku pun dipanggil lagi untuk masuk ke ruang dokter.. ku pikir waktu pembedahan ayahku akan di sampingku, tapi tak diduga beliau duduk di meja dokter yang letaknya ada lah sekitar 6 / 7 langkah dari tempat bedah..
dag dig dug,,,
wajahku dah dipasangin kain untuk proses pembedahan, yakk.. makin deg2an.. panas dingin.. parno.. aku disuruh merem.. disaat aku merem aku berbincang pada dokter, "ini di bius kan dok?" dokter pun menjawab "kalau nggak usah gimana? soalnya benjolnya udah nggak terlalu besar".. mendengar jawaban itu Ya Allah.. ampuunnn... makin takut aja.. hahaha.. tapi kayaknya akhirnya dibius deh, kayak berasa ada yang nusuk, trus kayak disayat rasanya.. (sebenernya mau nulis prosesnya bikin parno lagi, tapi pengen nulis ni.. lahhh.. nahlohhh... )
proses udah selesei, cuma bentar kok, mungkin 15 menit.. waktu turun dari tempat bedah, ayahku bilang "wah nggak bawa minum ki" beliau mulai was2,, maklum saya ini dari sejak SD sudah takut dg yg namanya disuntik, dari jaman baheulak kl disuntuk bbrp saat kemudian pasti bawaannya mw pingsan.. *uppss
karena saya pny riwayat seperti itu, tentu saja saya sudah mempersiapkan antisipasi agar meminimalisir biar g pingsan.. yang kubawa air mineral dan permen... xixi..
beberapa saat aku bisa bertahan, mencoba tetap positif thinking namun apa daya udah diminumin air mineral dan makan permen, tetep aja berkunang2 lemes.. akhirnya aq duduk di deket klinik mata, aku tiduran di pangkuan ayahku.. gilakkk... malu akuuu... tapi mau gimana lagi.. pingsan itu g enak.. ahahaha.. sampai 2 waktu dokter keluar dari klinik mata nanya sama ayahku "nggak kenapa2 kan?", ayahku blg "sudah biasa dok, kalo disuntik sperti ini" hadududuuh... maluu... (┌_┐) *nangis di bawah kran* selang beberapa saat tubuhku mulai kuat untuk berdiri, kami pun pulang ke rumah dengan mata kiri di perban.. kata dokter perbannya nanti malam atau besok pagi sudah bisa dibuka, ahhh.... karena ketakutanku malam itu gak berani ku buka, cuma tiduran aku.. dan baru paginya ku buka.. rada ngeri sih mw liet kelopak mata sendiri.. xixixi..
cukup yaa berbagi pengalaman dengan sii sensitifnya.. ini ku tulis untuk sekedar megingatkan bahwa kesehatan mata sangat berharga, ahahaha...
salam kibas jilbab... muaahh... (•ˆ⌣ˆ•)
tuh di bawah sana aku juga dah pernah posting sii "sensitif" itu... hayooo... apa tu? ƪ(˘ _˘ )ʃ
tentunya sii mata lah yang sensitif.. udah 5 taon sering kumat2an ini..
sebenernya ceritanya udah basi sih.. xixixi.. tapi gak apa deh... ini blog blog pnya ku.. terserah deh ya aq mw nyoret2 apa.. hehe.. *kibas jilbab* ( ˘ з˘ )
Tepatnya hari Kamis, 13 Oktober 2011 aq kembali ke dokter mata di PKU Muhammadiyah, soalnya udh seminggu benjol dimataku ga ada perubahan walaupun dah dikasih cendo xytrol.. aku periksa di temani ayahku, pertama sih mental udah siap ni mata mau diapain demi kesembuhan mataku. nunggu cukup lama, membuatku tak sabar ingin bertemu dokter untuk mengeluhkan sakitku ini agar cepat tertangani..
Tibalah giliranku, namaku di panggil oleh perawat di bagian klinik mata, aku bercerita pada bu dokter, lalu bu dokter berkata " diambil aja ya.." maksudnya ni benjol dikelopak mata diambil, soalnya kan itu semacam nanah di dlm benjolnya.. huhuuhuuu...
jawabku adalah "yaa..." dan dokterpun menyuruhku untuk bilang sama perawat untuk mempersiapkan alat2 bedah.. jreng.. jreng... aku nunggu di ruang tunggu dengan cemas, udah nyoba ambil nafas, berpikir positif tapi gara2 liet perawatnya bawa suntik, pikiran jadi kacau.. auuu... takutt.. ☹
perawatnya dah selesei mempersiapkan alat2, aku pun dipanggil lagi untuk masuk ke ruang dokter.. ku pikir waktu pembedahan ayahku akan di sampingku, tapi tak diduga beliau duduk di meja dokter yang letaknya ada lah sekitar 6 / 7 langkah dari tempat bedah..
dag dig dug,,,
wajahku dah dipasangin kain untuk proses pembedahan, yakk.. makin deg2an.. panas dingin.. parno.. aku disuruh merem.. disaat aku merem aku berbincang pada dokter, "ini di bius kan dok?" dokter pun menjawab "kalau nggak usah gimana? soalnya benjolnya udah nggak terlalu besar".. mendengar jawaban itu Ya Allah.. ampuunnn... makin takut aja.. hahaha.. tapi kayaknya akhirnya dibius deh, kayak berasa ada yang nusuk, trus kayak disayat rasanya.. (sebenernya mau nulis prosesnya bikin parno lagi, tapi pengen nulis ni.. lahhh.. nahlohhh... )
proses udah selesei, cuma bentar kok, mungkin 15 menit.. waktu turun dari tempat bedah, ayahku bilang "wah nggak bawa minum ki" beliau mulai was2,, maklum saya ini dari sejak SD sudah takut dg yg namanya disuntik, dari jaman baheulak kl disuntuk bbrp saat kemudian pasti bawaannya mw pingsan.. *uppss
karena saya pny riwayat seperti itu, tentu saja saya sudah mempersiapkan antisipasi agar meminimalisir biar g pingsan.. yang kubawa air mineral dan permen... xixi..
beberapa saat aku bisa bertahan, mencoba tetap positif thinking namun apa daya udah diminumin air mineral dan makan permen, tetep aja berkunang2 lemes.. akhirnya aq duduk di deket klinik mata, aku tiduran di pangkuan ayahku.. gilakkk... malu akuuu... tapi mau gimana lagi.. pingsan itu g enak.. ahahaha.. sampai 2 waktu dokter keluar dari klinik mata nanya sama ayahku "nggak kenapa2 kan?", ayahku blg "sudah biasa dok, kalo disuntik sperti ini" hadududuuh... maluu... (┌_┐) *nangis di bawah kran* selang beberapa saat tubuhku mulai kuat untuk berdiri, kami pun pulang ke rumah dengan mata kiri di perban.. kata dokter perbannya nanti malam atau besok pagi sudah bisa dibuka, ahhh.... karena ketakutanku malam itu gak berani ku buka, cuma tiduran aku.. dan baru paginya ku buka.. rada ngeri sih mw liet kelopak mata sendiri.. xixixi..
cukup yaa berbagi pengalaman dengan sii sensitifnya.. ini ku tulis untuk sekedar megingatkan bahwa kesehatan mata sangat berharga, ahahaha...
salam kibas jilbab... muaahh... (•ˆ⌣ˆ•)
Selasa, 01 November 2011
alhamdulillah yaa.. sesuatuhhh..
1-11-11
Cantik yaa tanggalnya... lebih cantik lagi ni hari dijadiin hari bersejarah,, contohnya nikah, jadian, lahiran, trus apa lagi yaa? heuheu.. lupakan!!! Xixixi.. ټ
Dear my sweety blog yang seger dipandang mata... ijo royo royo... xixi.. kali ini aku mau cerita apa yang terjadi hari ini.. Tau kan hari ini hari apa? Kalo ga tau sini ku kasih tau.. sini..... buruan... ketik REG spasi FEVI kirim ke 1234 lalu yes atau ok.. gimana udah belum??
Emmm... kok blm ada sms masuk ya? Yaudah deh, ku kasih tau.. kalo belum berubah hari ini tu hari selasa.. nah udah inget kan? Ahahaha... <<--- penulis e rada gilak.. ε=ε=┏(`>_<´)┛ Okeyy.. lupakan...
Hari ini tu jadwal kuliahnya Psikologi Manajemen Organisasi dan Teknik Penulisan Skripsweet (heuheu.. membiasakan diri membuat skripsi jadi sweeettttt)
Kuliah Menor (disingkat aja y.. kepanjangan mau nulis Psikologi Manajemen Organisasi... pulsa mahal kl nulis panjang2.. ahahaha..) tu jadwalnya jam 7.50.. but... jam 7.50 aku baru mau mandi.. xixixi.. eh mau mandi pun ada cobaannya.. gerimis tiba2 gak pake permisi datang tiba2.. rempong deh ngangkatin jemuran.. yah mungkin tadi jam 8 tepat baru mandi.. xixi.. belum lagi kudu ngeprint teori2 motivasi sama sarapan.. hufff... pagi tadi bener2 super duper keburu2.. kalo tadi ibuku liet aq keburu2, bisa2 kena omelan super sweettt yang bikin telinga gatel... (sorry mom..)
Sampai kampus tentu aja udah telat,, entah berapa menit.. 15 menit lebih pastinya.. udah duduk di belakang sendiri, ada tugas kelompok kagak dong.. Cuma bisa clingak clinguk.. waktu nanya mahasiswi depanku, jawabannya disuruh bikin kasus dari teori2 motivasi.. setelah diskusi sama si endah kita nentuin ambil teori reinforcement.. tapi akunya masih penasaran sama tugasnya,, bener gak sih.. yaudin.. aku sms temen2 yang duduk di bangku depan.. eehhhhh.. ternyate.. tugas kasusnya dari dosen.. kita g bikin sendiri.. trus akhirnya si endah ke depan ambil lembar kasusnya.. yah yah yah.. kata2 di kasusnya kok tingkat tinggi ya.. susah memahami saya.. atau emang saya nya yang lola.. tapi emang sih bahasanya kayak bahasa hasil translate dari mbah google gitu.. Ҩ(° ̯˚)Ҩ dah akhirnya kita ngumpulin deh tugasnya dengan bantuan sms sii retno,, dan nulis alasan alakadarnya.. semoga aja menghasilnya nilai yang cukup bisa mendongkrak.. :p
Setelah itu aku ke TU buat ambil kartu UTS.. nah trus jalan ke depan papan pengumuman.. eh si endah bilang “itu ada nama kamu”... weleh2.. batinku.. apaan? Ada apa kok namaku nongol di papan pengumuman. Udah takut ada apa2.. eh ternyata itu undangan buat sosialisasi MawaPres (Mahasiswa Berprestasi) besok Sabtu, 5 November jam 8.30 di ruang Sidang lantai 2 (kalo g salah)... aku sih sebenernya antara bingung sama seneng.. alhamdulillah yaa.. tapi bingungnya kok bisa aku? Berat rasanya dapat kepercayaan gitu, ceilaahh... heuheu.. sesampainya di rumah aku buka web kemahasiswaan.. di situ ada syarat2 ikut MawaPres.. yaelaahh.. syaratnya aja ada yang harus pernah menelorkan karya tulis, aktif di ektrakulikuler kampus.. nah aku? Boro2.. padahal masih banyak yang pada aktif loh.. (•˘˛˘•)
Udah deh.. disyukuri aja.. Alhamdulillah Ya Allah.. (˘ʃƪ˘)
Untuk penutup,, aku mau cerita kalo aku berencana pengen ikutan daftar jadi asisten praktikum.. lumayan kalo dapat sertifikat pernah jadi asisten, kan bisa diperhitungan di dunia kerja.. rencananya tu pengen jadi asisten Eksperimen tapi nilai teoriku B, jadinya g memenuhi syarat, akhirnya aku mutusin daftar asisten TAT / CAT aja.. gak tau deh mau ku kumpulin kapan surat daftarnya.. xixi..
Emm.. yaudiin deh.. gini aja cerita hari ini.. ini ceritaku apa ceritamu? (penulisnya kemakan iklan)
Salam kibas jilbab.. muahhh...
Cantik yaa tanggalnya... lebih cantik lagi ni hari dijadiin hari bersejarah,, contohnya nikah, jadian, lahiran, trus apa lagi yaa? heuheu.. lupakan!!! Xixixi.. ټ
Dear my sweety blog yang seger dipandang mata... ijo royo royo... xixi.. kali ini aku mau cerita apa yang terjadi hari ini.. Tau kan hari ini hari apa? Kalo ga tau sini ku kasih tau.. sini..... buruan... ketik REG spasi FEVI kirim ke 1234 lalu yes atau ok.. gimana udah belum??
Emmm... kok blm ada sms masuk ya? Yaudah deh, ku kasih tau.. kalo belum berubah hari ini tu hari selasa.. nah udah inget kan? Ahahaha... <<--- penulis e rada gilak.. ε=ε=┏(`>_<´)┛ Okeyy.. lupakan...
Hari ini tu jadwal kuliahnya Psikologi Manajemen Organisasi dan Teknik Penulisan Skripsweet (heuheu.. membiasakan diri membuat skripsi jadi sweeettttt)
Kuliah Menor (disingkat aja y.. kepanjangan mau nulis Psikologi Manajemen Organisasi... pulsa mahal kl nulis panjang2.. ahahaha..) tu jadwalnya jam 7.50.. but... jam 7.50 aku baru mau mandi.. xixixi.. eh mau mandi pun ada cobaannya.. gerimis tiba2 gak pake permisi datang tiba2.. rempong deh ngangkatin jemuran.. yah mungkin tadi jam 8 tepat baru mandi.. xixi.. belum lagi kudu ngeprint teori2 motivasi sama sarapan.. hufff... pagi tadi bener2 super duper keburu2.. kalo tadi ibuku liet aq keburu2, bisa2 kena omelan super sweettt yang bikin telinga gatel... (sorry mom..)
Sampai kampus tentu aja udah telat,, entah berapa menit.. 15 menit lebih pastinya.. udah duduk di belakang sendiri, ada tugas kelompok kagak dong.. Cuma bisa clingak clinguk.. waktu nanya mahasiswi depanku, jawabannya disuruh bikin kasus dari teori2 motivasi.. setelah diskusi sama si endah kita nentuin ambil teori reinforcement.. tapi akunya masih penasaran sama tugasnya,, bener gak sih.. yaudin.. aku sms temen2 yang duduk di bangku depan.. eehhhhh.. ternyate.. tugas kasusnya dari dosen.. kita g bikin sendiri.. trus akhirnya si endah ke depan ambil lembar kasusnya.. yah yah yah.. kata2 di kasusnya kok tingkat tinggi ya.. susah memahami saya.. atau emang saya nya yang lola.. tapi emang sih bahasanya kayak bahasa hasil translate dari mbah google gitu.. Ҩ(° ̯˚)Ҩ dah akhirnya kita ngumpulin deh tugasnya dengan bantuan sms sii retno,, dan nulis alasan alakadarnya.. semoga aja menghasilnya nilai yang cukup bisa mendongkrak.. :p
Setelah itu aku ke TU buat ambil kartu UTS.. nah trus jalan ke depan papan pengumuman.. eh si endah bilang “itu ada nama kamu”... weleh2.. batinku.. apaan? Ada apa kok namaku nongol di papan pengumuman. Udah takut ada apa2.. eh ternyata itu undangan buat sosialisasi MawaPres (Mahasiswa Berprestasi) besok Sabtu, 5 November jam 8.30 di ruang Sidang lantai 2 (kalo g salah)... aku sih sebenernya antara bingung sama seneng.. alhamdulillah yaa.. tapi bingungnya kok bisa aku? Berat rasanya dapat kepercayaan gitu, ceilaahh... heuheu.. sesampainya di rumah aku buka web kemahasiswaan.. di situ ada syarat2 ikut MawaPres.. yaelaahh.. syaratnya aja ada yang harus pernah menelorkan karya tulis, aktif di ektrakulikuler kampus.. nah aku? Boro2.. padahal masih banyak yang pada aktif loh.. (•˘˛˘•)
Udah deh.. disyukuri aja.. Alhamdulillah Ya Allah.. (˘ʃƪ˘)
Untuk penutup,, aku mau cerita kalo aku berencana pengen ikutan daftar jadi asisten praktikum.. lumayan kalo dapat sertifikat pernah jadi asisten, kan bisa diperhitungan di dunia kerja.. rencananya tu pengen jadi asisten Eksperimen tapi nilai teoriku B, jadinya g memenuhi syarat, akhirnya aku mutusin daftar asisten TAT / CAT aja.. gak tau deh mau ku kumpulin kapan surat daftarnya.. xixi..
Emm.. yaudiin deh.. gini aja cerita hari ini.. ini ceritaku apa ceritamu? (penulisnya kemakan iklan)
Salam kibas jilbab.. muahhh...
Senin, 31 Oktober 2011
Penggalauan semester pitu..
Hehohehooo,,,,,
i'm back... yuhuuuu... ξ\(´▽`)/ξ
Tau gak sekarang aku semester berapa? coba tebak... ahahaha...
Yapppsss... semester 7.. aihh... cepet kali ya? (•˘˛˘•)
Udah sekitar 7 minggu aku menjalani semester 7.. lahh.. bagus ya... semester 7 dalam 7 minggu.. 7 tu bahasa jawanya pitu kalo kata orang pitu mksudnya pitu_lungan.. yahhh... semoga aja disemester 7 ini selalu mendapatkan PITU-lungan dari Allah.. amin.. (˘ʃƪ˘)
Tapi ini kenapa tiap hari sering "GaLau"..
alesannya cuma 1.. karena seabreg TUGAS.. emang sih semester yang lalu jg ada banyak tugas,, tp entah ini tugas Seminar Pendidikan & TPS menjadi momok menyeramkan kayak setan... *upss (✖_✘")
Awal penggalauan adlh ketika ada tugas seminar, disuruh buat makalah.. bingunglah mau bahas apaan.. org sebenernya pengen ke perkembangan eh gak tau tu gara2 masalah dgportal sesuatuuhh yg sempet bikin dongkol akhirnya mutusin ambil pendidikan, daaaa...nnn yaudah gini deh jadinya.. *nangis di bawah shower*
Masalah kedua tak lain dan tak bukan (halaahhh... opo iki??) masalah tugas TPS -> Teknik PenulisanSkripshit Skripsweet... (•˘з˘•)
Ceritanya gini nih... kita disuruh bikin judul + latar belakang masalah.. nah setelah mikir2 nyampek berabad2.. (ceilahhh.. lebay cyin.. *kibas jilbab*)
gak dink... kayaknya bbrp hari aja.. Lupa aku.. ˘•˘ нɑɑ˘°˘нɑɑ˘°˘нɑɑ ˘•˘
Setelah bikin judul dan ngembangin latar belakang masalah,, aq presentasiin deh ke dosen.. ahaa..... dosen berkata
gimana sih rasanya kalo dosen udah blg gitu? rasanya tuh kayak habis kejatuhan uang segopok, dapat voucher gratis di j.co, kalimik, gratis makan seafood, dapat voucher gratis isi ulang pulsa modem, dapet hape android,, ahh.. pokoknya seneng buangedd.. \(´▽`)/
nahh... setelah selesei kuliah,,, bareng2 sama temen2 ndftarin deh judul ke ketua UUS.. berharap banget di ACC, soalnya komentar terakhir dosen TPS yg membuat flying.. ahaha...
Beberapa hari berlalu,, tapi akunya blm jadi2 nemuin ketua UUS.. dan akhirnya diambilin temenku,, waktu itu aku lagi perjalanan di jakarta.. makkjediarrr.... judulku disuruh revisi.. what the maksud? ( ¬˛ ¬͡”) Okeyyy.. pikirku besok segera nemuin ketua UUS aja, biar lebih jelasnya.. tp aq baru nemuin kira2 4 hari kemudian dan bela2in nyampe bolos kuliah TPS.. soalnya antrinya banyak..
Waktu menghadap ketua UUS, mintalah saya dijelasin what the maksud of revisi? oohhhh... itu yahh.. saya bisa memahaminya.. variabel tergantungnya nggak bisa dinilai oleh subjek, bisa aja itu judulnya dipertahanin tapi tekniknya kudu eksperimen.. lahhh... oOhh.. Nooo..!!! saya gak mau eksperimen.. merasa nggak mampu ƪ(´~`")
setelah itu pusing2 deh mikir judul lagi... akhirnya aku ngajuin 2 judul.. lagi2 yang ngambilin hasil pengajuan judulnya temenku.. ohohoho... dua2nya di ACC.. bingung lagi saya... mana yang mau dipilih.. sebenernya kurang sreg.. hatiku seperti berhenti di judul pertama kemaren.. hikss...
Setelah bbrp saat saya memutuskan untuk mengambil judul dengan variabel tergantungnya prokratinasi akademik.. yayaya... waktu kuliah TPS konsultasi lagi sama dosen.. awawawaw.. makjediarrr part 2.. harus mikir lagi Bagaimana Benang Merahnya dan kudu lebih Spesifik.. sabar..sabar... makin galau ini.. (っ╯_╰c)
Setiap hari yang saya rasakan sering dag dig dug... dag dig dug.. pikiran susah fokus.. dan payahnya jadi suka linglung.. hadoooh... Gilak bener yee ni semeter.. Ya Allah semoga hambaMu ini selalu mendapatkan PITU-lungan dari Engkau Ya Allah.. Paringono sabar.. Saya yakin TUHAN BERSAMA MAHASISWA TINGKAT AKHIR.. (sosweeeettttt...)
i'm back... yuhuuuu... ξ\(´▽`)/ξ
Tau gak sekarang aku semester berapa? coba tebak... ahahaha...
Yapppsss... semester 7.. aihh... cepet kali ya? (•˘˛˘•)
Udah sekitar 7 minggu aku menjalani semester 7.. lahh.. bagus ya... semester 7 dalam 7 minggu.. 7 tu bahasa jawanya pitu kalo kata orang pitu mksudnya pitu_lungan.. yahhh... semoga aja disemester 7 ini selalu mendapatkan PITU-lungan dari Allah.. amin.. (˘ʃƪ˘)
Tapi ini kenapa tiap hari sering "GaLau"..
alesannya cuma 1.. karena seabreg TUGAS.. emang sih semester yang lalu jg ada banyak tugas,, tp entah ini tugas Seminar Pendidikan & TPS menjadi momok menyeramkan kayak setan... *upss (✖_✘")
Awal penggalauan adlh ketika ada tugas seminar, disuruh buat makalah.. bingunglah mau bahas apaan.. org sebenernya pengen ke perkembangan eh gak tau tu gara2 masalah dg
Masalah kedua tak lain dan tak bukan (halaahhh... opo iki??) masalah tugas TPS -> Teknik Penulisan
Ceritanya gini nih... kita disuruh bikin judul + latar belakang masalah.. nah setelah mikir2 nyampek berabad2.. (ceilahhh.. lebay cyin.. *kibas jilbab*)
gak dink... kayaknya bbrp hari aja.. Lupa aku.. ˘•˘ нɑɑ˘°˘нɑɑ˘°˘нɑɑ ˘•˘
Setelah bikin judul dan ngembangin latar belakang masalah,, aq presentasiin deh ke dosen.. ahaa..... dosen berkata
"ini sudah di daftarin ke UUS (unit urusan skripsi) belum?"
gimana sih rasanya kalo dosen udah blg gitu? rasanya tuh kayak habis kejatuhan uang segopok, dapat voucher gratis di j.co, kalimik, gratis makan seafood, dapat voucher gratis isi ulang pulsa modem, dapet hape android,, ahh.. pokoknya seneng buangedd.. \(´▽`)/
nahh... setelah selesei kuliah,,, bareng2 sama temen2 ndftarin deh judul ke ketua UUS.. berharap banget di ACC, soalnya komentar terakhir dosen TPS yg membuat flying.. ahaha...
Beberapa hari berlalu,, tapi akunya blm jadi2 nemuin ketua UUS.. dan akhirnya diambilin temenku,, waktu itu aku lagi perjalanan di jakarta.. makkjediarrr.... judulku disuruh revisi.. what the maksud? ( ¬˛ ¬͡”) Okeyyy.. pikirku besok segera nemuin ketua UUS aja, biar lebih jelasnya.. tp aq baru nemuin kira2 4 hari kemudian dan bela2in nyampe bolos kuliah TPS.. soalnya antrinya banyak..
Waktu menghadap ketua UUS, mintalah saya dijelasin what the maksud of revisi? oohhhh... itu yahh.. saya bisa memahaminya.. variabel tergantungnya nggak bisa dinilai oleh subjek, bisa aja itu judulnya dipertahanin tapi tekniknya kudu eksperimen.. lahhh... oOhh.. Nooo..!!! saya gak mau eksperimen.. merasa nggak mampu ƪ(´~`")
setelah itu pusing2 deh mikir judul lagi... akhirnya aku ngajuin 2 judul.. lagi2 yang ngambilin hasil pengajuan judulnya temenku.. ohohoho... dua2nya di ACC.. bingung lagi saya... mana yang mau dipilih.. sebenernya kurang sreg.. hatiku seperti berhenti di judul pertama kemaren.. hikss...
Setelah bbrp saat saya memutuskan untuk mengambil judul dengan variabel tergantungnya prokratinasi akademik.. yayaya... waktu kuliah TPS konsultasi lagi sama dosen.. awawawaw.. makjediarrr part 2.. harus mikir lagi Bagaimana Benang Merahnya dan kudu lebih Spesifik.. sabar..sabar... makin galau ini.. (っ╯_╰c)
Setiap hari yang saya rasakan sering dag dig dug... dag dig dug.. pikiran susah fokus.. dan payahnya jadi suka linglung.. hadoooh... Gilak bener yee ni semeter.. Ya Allah semoga hambaMu ini selalu mendapatkan PITU-lungan dari Engkau Ya Allah.. Paringono sabar.. Saya yakin TUHAN BERSAMA MAHASISWA TINGKAT AKHIR.. (sosweeeettttt...)
Minggu, 25 September 2011
Review Day Care Trans7 (25 September 2011)
Ini lah hasil review saya dari Acara Day Care Trans 7 bersama Seorang Psikolog Mbak Rosalina Verauli,, sebuah acara perenting yang bagus euy.. ˆ⌣ˆ (saya nggak promosi loh,, tapi saya berkata apa adanya.. ♡hϱ♡hϱ♡hϱ♡"̮
cekidot... ini dia point2 reviewnya.. gak banyak nih gara2 telat nontonnya.. hehe..
• Ajarkan anak belajar tentang situasi
• Sayang boleh, yang penting memenuhi kebutuhan
• Jangan batasi imajinasi anak
• Jangan takut anak jadi kotor, jangan hanya menuriti keinginan orang tua saja.. yang kotor kan bisa dibersihkan..
Sekian
cekidot... ini dia point2 reviewnya.. gak banyak nih gara2 telat nontonnya.. hehe..
• Ajarkan anak belajar tentang situasi
• Sayang boleh, yang penting memenuhi kebutuhan
• Jangan batasi imajinasi anak
• Jangan takut anak jadi kotor, jangan hanya menuriti keinginan orang tua saja.. yang kotor kan bisa dibersihkan..
Sekian
Rabu, 21 September 2011
Kebiasaan-kebiasaan Buruk Orangtua Yang Mempengaruhi Perilaku Buruk Anak
1. Bertengkar Di depan Anak-Anak
Dunia anak adalah dunia bermain dan belajar. Setiap keluarga juga tidak pernah jauh dari yang namanya masalah. Dengan adanya permasalahan tersebut, tidak jarang suami dan istri bertengkar meskipun hanya pertengkarang-pertengkaran kecil. Tidak selayaknya dunia anak dicampuri dengan masalah-masalah orang tua yang cenderung berat dan jauh dari pola pikir anak. Agar buah hati anda tidak terkontaminasi dengan segala permasalahan kita, alangkah lebih baik bagi kita sebagai orang tua, untuk tidak bertengkar di depan anak-anak. Karena bila seorang anak terlalu sering melihat orang tuanya bertengkar, tentu sangat tidak baik efeknya bagi perkembangan kepribadian sang anak. Buah hati kita bisa menjadi anak yang mudah minder dalam bergaul dan susah konsentrasi dalam belajar, karena di dalam pikirannya selalu penuh dengan permasalahan-permasalahan yang belum saatnya mereka terima.
2. Berlaku Kasar Kepada Pembantu Rumah Tangga
Tidak jarang seorang majikan memperlakukan Pembantu Rumah Tangganya dengan tidak baik. Memerintah dengan sesuka hati, kadang dengan suara keras. Dan bila Pembantu Rumah Tangganya melakukan kesalahan, sang tuan akan marah sejadi-jadinya di depan anak-anak mereka. Bila kita sering memperlakukan PRT dengan cara demikian, akan lebih baik bila kita menghentikan kebiasaan ini. Karena hal ini bisa menyebabkan anak menjadi sulit menghargai orang lain, terutama orang-orang yang mereka anggap lebih rendah (mempunyai status sosial lebih rendah). Efek lainnya, bisa jadi buah hati kita menjadi sulit menghormati guru mereka di sekolah dan cenderung meremehkan, karena menganggap guru memiliki kedudukan lebih rendah dari mereka. Hal ini tentunya bisa menyebabkan terganggunya proses belajar mengajar anak di sekolah.
Akan lebih baik bagi kita orang tua, untuk menghargai dan menghormati PRT kita layaknya saudara atau karyawan. Saya yakin, bila kita memperlakukan PRT dengan sebaik mungkin, mereka pasti akan melakukan segala pekerjaan mereka dengan baik. Buah hati kita pun tidak akan mendapati kita “menindas” orang yang lebih lemah, dan bisa belajar menghargai orang lain.
3. Terlalu Acuh Pada Tetangga
Saya sangat bangga dengan orang tua saya, karena mereka sangat baik kepada tetangga-tetangga kami, terutama dengan tetangga rumah sebelah dan depan. Tidak jarang keluarga kami saling memberikan oleh-oleh bila kami pulang tamasya atau mengadakan suatu pesta di rumah. Tetangga-tetangga kami kadang bercengkrama dan membiarkan anak-anak mereka bermain bersama teman yang lain di depan rumah keluarga kami. Bila di depan rumah banyak orang, saya pasti tertarik untuk keluar supaya saya bisa bermain dengan teman-teman kecil saya. Saat orang tua saya bertemu dengan para tetangga pun, mereka minimal akan saling memberikan senyuman. Namun hal demikian kadang tidak saya temukan di rumah teman atau saudara saya. Beberapa diantara mereka cenderung acuh dan tidak peduli dengan tetangga dekat mereka. Bahkan ada beberapa diantara tetangga teman saya yang justru bermusuhan. Saat saya bermain di rumah teman saya, ada seorang tetangga yang ngemong anaknya di depan rumah teman saya. Waktu itu saya mengajak teman saya untuk bermain di luar rumah, namun teman saya malah menjawab,”Males ah… Ada tetangga yang nyebelin tuh di depan rumah.” Dari teman saya, saya bisa belajar akan pentingnya menjaga hubungan baik dengan tetangga-tetangga dekat kita. Akan lebih baik lagi bila kita bisa menganggap mereka layaknya sahabat atau saudara. Karena walau bagaimana pun, peluang kita untuk bertemu dengan mereka sangatlah besar. Bila kita acuh tak acuh terhadap tetangga kita apalagi sampai bermusuhan, tentu juga akan membawa efek yang tidak baik bagi anak. Setiap anak membutuhkan tempat yang kondusif agar mereka bisa tumbuh dan berkembang secara kejiwaan. Dan bila hubungan kita tidak baik dengan tetangga-tetangga dekat kita, hal ini bisa menyebabkan buah hati kita menjadi sulit berkembang terutama di lingkungan rumah kita sendiri, karena secara tidak langsung kita telah mengajarkan sifat tertutup kepada mereka.
4. Terlalu Banyak Melarang
Mungkin kita berpikir, dengan banyaknya larangan yang kita berikan kepada buah hati kita menandakan bahwa kita begitu perhatian kepada buah hati kita. Namun larangan tidak selamanya tepat, karena terlalu banyak melarang akan membuat anak menjadi sulit untuk berkembang dan berpikir kreatif. Akan lebih baik bagi kita untuk mengubah larangan menjadi sebuah nasihat.
Misalnya, pada saat kita … Tidak mengijinkan buah hati kita pulang terlalu larut malam. Ubahlah kata,”Jangan pulang malam-malam”, menjadi “Kalau kamu pulang malem-malem, kamu kehilangan waktu kamu buat belajar. Selain itu… Mama Papa kan jadi khawatir. “
Hal terpenting yang ditekankan di sini adalah saat kita menasihati buah hati kita melakukan sesuatu, jangan terfokus pada hal yang kita larang, melainkan alasan kita melarang. Dan intonasi yang kita gunakan saat menasihati bukan intonasi kemarahan, namun lebih pada kekecewaan. Akan lebih baik bila kita melakukan hal ini sedini mungkin dalam menasihati buah hati kita, sehingga buah hati kita pun lebih mudah dinasihati oleh semua orang, termasuk guru-guru mereka di sekolah. Karena saya pernah menemukan beberapa anak yang sangat sulit dinasihati dengan cara lembut, dan setelah ditelusuri, ternyata mereka sudah terbiasa dididik secara keras oleh orang tua mereka, sehingga sulit untuk dinasihati secara lembut oleh semua orang termasuk oleh guru-guru mereka.
5. Kurang Bisa Mendengarkan Menjadi Pendengar Yang Baik
Mungkin buah hati kita sering bertanya dan bercerita tentang hal-hal yang menurut kita tidak penting, dan mungkin kita menganggapnya sebagai suatu hal yang bodoh. Namun sebagai orang tua, tidak sepantasnya bagi kita untuk tidak menanggapi mereka dan bersikap cuek saat buah hati kita bertanya dan bercerita tentang hal-hal yang menurut kita tidak penting. Bila kita kurang bisa menanggapi pertanyaan, keluh kesah, cerita dari buah hati kita dengan baik, buah hati kita pun bisa cenderung tumbuh menjadi anak yang tertutup kepada kita, dan lebih suka belajar kepada orang lain dan mengungkapkan segala permasalah hidupnya kepada orang lain. Padahal orang lain di luar sana, belum tentu orang yang “tepat”.
6. Jarang Memuji
Sebagai orang tua atau orang yang lebih dewasa daripada buah hati kita, tentu kita lebih bisa terkagum oleh hal-hal yang besar. Misalnya, melihat orang dengan pakaian yang unik dan lucu. Baru kita mengatakan bahwa orang tersebut sangat lucu dan memberikan apresiasi yang besar kepada orang lucu tersebut. Namun bagaimana dengan buah hati kita? Bisa apa dia? Ngomong aja masih susah… Apalagi berbuat sesuatu hal yang luar biasa. Dalam hal ini, sebagai orang tua akan lebih baik bagi kita untuk bisa memberikan pujian kepada buah hati kita saat melakukan hal-hal yang menurut buah hati kita luar biasa. Jadi hal yang luar biasa di sini, bukan dengan pemikiran kita, melainkan dengan pemikiran buah hati kita. Maka kita sebagai orang tua harus peka dalam hal ini. Kita harus bisa memberikan pujian kepada buah hati kita, meskipun itu adalah hal-hal yang kecil dan sederhana. Misalnya, memberikan pujian saat buah hati kita bisa berjoget, memberikan pujian saat buah hati kita bisa bersalaman, memberikan pujian saat buah hati kita bilang..”bye-bye…”, dan masih banyak hal-hal kecil yang luar biasa bila kita mau mengerti pola pikir seorang anak. Bila kita jarang melakukan pujian kepada buah hati kita, maka buah hati kita pun bisa tumbuh menjadi pribadi yang haus akan pujian dan perhatian. Bila kita tidak biasa memuji buahhati kita, kepada siapa mereka akan meminta pujian. Tentu saja di luar sana, buah hati kita yang “dewasa” akan mencari pujian-pujian untuk menarik perhatian banyak orang, dengan berpakaian yang tidak sopan, berkata kasar, berperilaku tidak baik, untuk memuaskan kerinduan mereka untuk menerima pujian.
7. Membeli Barang-barang yang tidak penting
Sebagai seorang yang orang tua yang berkarir, tentu bukan masalah lagi dalam hal mendapatkan uang. Terkadang saat kita merasa memiliki uang lebih, kita akan berpikir, buat apa uang yang kita miliki ini. Tidak jarang kita lalu membeli barang-barang yang tidak perlu, atau menggunakan uang tersebut untuk foya-foya. Bila kita bergaya hidup demikian, maka ini akan sangat memperngaruhi kepribadian buah hati kita. Buah hati kita bisa tumbuh menjadi pribadi yang boros dan tidak bisa menghargai uang. Selain itu, bila buah hati kita merasa segala kebutuhannya telah bisa dicukupi dan merasa bila ortunya memiliki uang yang berlebihan, tentu buah hati kita akan berpikir,”Bila orang tuaku punya banyak uang, buat apa aku ke sekolah dan belajar?” Dan tentunya ini akan sangat berpengaruh pada pendidikan akademis buah hati kita, karena mereka akan cenderung meremehkan pendidikan, karena mereka telah berpikir…. “Yang penting ada uang.” Padahal, hidup bukan hanya untuk uang bukan?[sumber]
from: http://blogsr0812.blogspot.com/2011/01/kebiasaan-kebiasaan-buruk-ortu-yang.html
Dunia anak adalah dunia bermain dan belajar. Setiap keluarga juga tidak pernah jauh dari yang namanya masalah. Dengan adanya permasalahan tersebut, tidak jarang suami dan istri bertengkar meskipun hanya pertengkarang-pertengkaran kecil. Tidak selayaknya dunia anak dicampuri dengan masalah-masalah orang tua yang cenderung berat dan jauh dari pola pikir anak. Agar buah hati anda tidak terkontaminasi dengan segala permasalahan kita, alangkah lebih baik bagi kita sebagai orang tua, untuk tidak bertengkar di depan anak-anak. Karena bila seorang anak terlalu sering melihat orang tuanya bertengkar, tentu sangat tidak baik efeknya bagi perkembangan kepribadian sang anak. Buah hati kita bisa menjadi anak yang mudah minder dalam bergaul dan susah konsentrasi dalam belajar, karena di dalam pikirannya selalu penuh dengan permasalahan-permasalahan yang belum saatnya mereka terima.
2. Berlaku Kasar Kepada Pembantu Rumah Tangga
Tidak jarang seorang majikan memperlakukan Pembantu Rumah Tangganya dengan tidak baik. Memerintah dengan sesuka hati, kadang dengan suara keras. Dan bila Pembantu Rumah Tangganya melakukan kesalahan, sang tuan akan marah sejadi-jadinya di depan anak-anak mereka. Bila kita sering memperlakukan PRT dengan cara demikian, akan lebih baik bila kita menghentikan kebiasaan ini. Karena hal ini bisa menyebabkan anak menjadi sulit menghargai orang lain, terutama orang-orang yang mereka anggap lebih rendah (mempunyai status sosial lebih rendah). Efek lainnya, bisa jadi buah hati kita menjadi sulit menghormati guru mereka di sekolah dan cenderung meremehkan, karena menganggap guru memiliki kedudukan lebih rendah dari mereka. Hal ini tentunya bisa menyebabkan terganggunya proses belajar mengajar anak di sekolah.
Akan lebih baik bagi kita orang tua, untuk menghargai dan menghormati PRT kita layaknya saudara atau karyawan. Saya yakin, bila kita memperlakukan PRT dengan sebaik mungkin, mereka pasti akan melakukan segala pekerjaan mereka dengan baik. Buah hati kita pun tidak akan mendapati kita “menindas” orang yang lebih lemah, dan bisa belajar menghargai orang lain.
3. Terlalu Acuh Pada Tetangga
Saya sangat bangga dengan orang tua saya, karena mereka sangat baik kepada tetangga-tetangga kami, terutama dengan tetangga rumah sebelah dan depan. Tidak jarang keluarga kami saling memberikan oleh-oleh bila kami pulang tamasya atau mengadakan suatu pesta di rumah. Tetangga-tetangga kami kadang bercengkrama dan membiarkan anak-anak mereka bermain bersama teman yang lain di depan rumah keluarga kami. Bila di depan rumah banyak orang, saya pasti tertarik untuk keluar supaya saya bisa bermain dengan teman-teman kecil saya. Saat orang tua saya bertemu dengan para tetangga pun, mereka minimal akan saling memberikan senyuman. Namun hal demikian kadang tidak saya temukan di rumah teman atau saudara saya. Beberapa diantara mereka cenderung acuh dan tidak peduli dengan tetangga dekat mereka. Bahkan ada beberapa diantara tetangga teman saya yang justru bermusuhan. Saat saya bermain di rumah teman saya, ada seorang tetangga yang ngemong anaknya di depan rumah teman saya. Waktu itu saya mengajak teman saya untuk bermain di luar rumah, namun teman saya malah menjawab,”Males ah… Ada tetangga yang nyebelin tuh di depan rumah.” Dari teman saya, saya bisa belajar akan pentingnya menjaga hubungan baik dengan tetangga-tetangga dekat kita. Akan lebih baik lagi bila kita bisa menganggap mereka layaknya sahabat atau saudara. Karena walau bagaimana pun, peluang kita untuk bertemu dengan mereka sangatlah besar. Bila kita acuh tak acuh terhadap tetangga kita apalagi sampai bermusuhan, tentu juga akan membawa efek yang tidak baik bagi anak. Setiap anak membutuhkan tempat yang kondusif agar mereka bisa tumbuh dan berkembang secara kejiwaan. Dan bila hubungan kita tidak baik dengan tetangga-tetangga dekat kita, hal ini bisa menyebabkan buah hati kita menjadi sulit berkembang terutama di lingkungan rumah kita sendiri, karena secara tidak langsung kita telah mengajarkan sifat tertutup kepada mereka.
4. Terlalu Banyak Melarang
Mungkin kita berpikir, dengan banyaknya larangan yang kita berikan kepada buah hati kita menandakan bahwa kita begitu perhatian kepada buah hati kita. Namun larangan tidak selamanya tepat, karena terlalu banyak melarang akan membuat anak menjadi sulit untuk berkembang dan berpikir kreatif. Akan lebih baik bagi kita untuk mengubah larangan menjadi sebuah nasihat.
Misalnya, pada saat kita … Tidak mengijinkan buah hati kita pulang terlalu larut malam. Ubahlah kata,”Jangan pulang malam-malam”, menjadi “Kalau kamu pulang malem-malem, kamu kehilangan waktu kamu buat belajar. Selain itu… Mama Papa kan jadi khawatir. “
Hal terpenting yang ditekankan di sini adalah saat kita menasihati buah hati kita melakukan sesuatu, jangan terfokus pada hal yang kita larang, melainkan alasan kita melarang. Dan intonasi yang kita gunakan saat menasihati bukan intonasi kemarahan, namun lebih pada kekecewaan. Akan lebih baik bila kita melakukan hal ini sedini mungkin dalam menasihati buah hati kita, sehingga buah hati kita pun lebih mudah dinasihati oleh semua orang, termasuk guru-guru mereka di sekolah. Karena saya pernah menemukan beberapa anak yang sangat sulit dinasihati dengan cara lembut, dan setelah ditelusuri, ternyata mereka sudah terbiasa dididik secara keras oleh orang tua mereka, sehingga sulit untuk dinasihati secara lembut oleh semua orang termasuk oleh guru-guru mereka.
5. Kurang Bisa Mendengarkan Menjadi Pendengar Yang Baik
Mungkin buah hati kita sering bertanya dan bercerita tentang hal-hal yang menurut kita tidak penting, dan mungkin kita menganggapnya sebagai suatu hal yang bodoh. Namun sebagai orang tua, tidak sepantasnya bagi kita untuk tidak menanggapi mereka dan bersikap cuek saat buah hati kita bertanya dan bercerita tentang hal-hal yang menurut kita tidak penting. Bila kita kurang bisa menanggapi pertanyaan, keluh kesah, cerita dari buah hati kita dengan baik, buah hati kita pun bisa cenderung tumbuh menjadi anak yang tertutup kepada kita, dan lebih suka belajar kepada orang lain dan mengungkapkan segala permasalah hidupnya kepada orang lain. Padahal orang lain di luar sana, belum tentu orang yang “tepat”.
6. Jarang Memuji
Sebagai orang tua atau orang yang lebih dewasa daripada buah hati kita, tentu kita lebih bisa terkagum oleh hal-hal yang besar. Misalnya, melihat orang dengan pakaian yang unik dan lucu. Baru kita mengatakan bahwa orang tersebut sangat lucu dan memberikan apresiasi yang besar kepada orang lucu tersebut. Namun bagaimana dengan buah hati kita? Bisa apa dia? Ngomong aja masih susah… Apalagi berbuat sesuatu hal yang luar biasa. Dalam hal ini, sebagai orang tua akan lebih baik bagi kita untuk bisa memberikan pujian kepada buah hati kita saat melakukan hal-hal yang menurut buah hati kita luar biasa. Jadi hal yang luar biasa di sini, bukan dengan pemikiran kita, melainkan dengan pemikiran buah hati kita. Maka kita sebagai orang tua harus peka dalam hal ini. Kita harus bisa memberikan pujian kepada buah hati kita, meskipun itu adalah hal-hal yang kecil dan sederhana. Misalnya, memberikan pujian saat buah hati kita bisa berjoget, memberikan pujian saat buah hati kita bisa bersalaman, memberikan pujian saat buah hati kita bilang..”bye-bye…”, dan masih banyak hal-hal kecil yang luar biasa bila kita mau mengerti pola pikir seorang anak. Bila kita jarang melakukan pujian kepada buah hati kita, maka buah hati kita pun bisa tumbuh menjadi pribadi yang haus akan pujian dan perhatian. Bila kita tidak biasa memuji buahhati kita, kepada siapa mereka akan meminta pujian. Tentu saja di luar sana, buah hati kita yang “dewasa” akan mencari pujian-pujian untuk menarik perhatian banyak orang, dengan berpakaian yang tidak sopan, berkata kasar, berperilaku tidak baik, untuk memuaskan kerinduan mereka untuk menerima pujian.
7. Membeli Barang-barang yang tidak penting
Sebagai seorang yang orang tua yang berkarir, tentu bukan masalah lagi dalam hal mendapatkan uang. Terkadang saat kita merasa memiliki uang lebih, kita akan berpikir, buat apa uang yang kita miliki ini. Tidak jarang kita lalu membeli barang-barang yang tidak perlu, atau menggunakan uang tersebut untuk foya-foya. Bila kita bergaya hidup demikian, maka ini akan sangat memperngaruhi kepribadian buah hati kita. Buah hati kita bisa tumbuh menjadi pribadi yang boros dan tidak bisa menghargai uang. Selain itu, bila buah hati kita merasa segala kebutuhannya telah bisa dicukupi dan merasa bila ortunya memiliki uang yang berlebihan, tentu buah hati kita akan berpikir,”Bila orang tuaku punya banyak uang, buat apa aku ke sekolah dan belajar?” Dan tentunya ini akan sangat berpengaruh pada pendidikan akademis buah hati kita, karena mereka akan cenderung meremehkan pendidikan, karena mereka telah berpikir…. “Yang penting ada uang.” Padahal, hidup bukan hanya untuk uang bukan?[sumber]
from: http://blogsr0812.blogspot.com/2011/01/kebiasaan-kebiasaan-buruk-ortu-yang.html
Langganan:
Postingan (Atom)

